Mempererat Ikatan Jatim-Alexandria, Langkah Gubernur Khofifah Wujudkan Kerja Sama Global dan Peradaban

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membahas rencana penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Alexandria, Mesir, dalam pertemuan dengan Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi. Pertemuan tersebut berlangsung di Masjid Nasional Al Akbar, Minggu (19/4).

Inti Berita

  • Transformasi Kerja Sama: Proses transisi dari Letter of Intent (LoI) menuju Memorandum of Understanding (MoU) untuk meresmikan status Sister Province antara Jawa Timur dan Alexandria, Mesir.
  • Sinergi Ekonomi & Intelektual: Fokus utama kerja sama mencakup sektor perdagangan (khususnya komoditas kopi) serta sektor pendidikan dan transfer ilmu pengetahuan.
  • Misi Keamanan Global: Rencana kolaborasi strategis antara Universitas Al-Azhar Mesir dengan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU) dalam upaya combating terrorism atau penanggulangan terorisme.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Langkah Diplomasi, Misi Besar

Surabaya, Sapapublik – Suasana khidmat Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Minggu pagi, 19 April 2026, menjadi saksi bisu bagi langkah diplomasi penting yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menggelar pertemuan strategis bersama Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi, guna mematangkan rencana kerja sama lintas negara yang bertajuk Sister Province.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Rois Bi’tsah Syekh Ahmad Muhammad Mabruk, Syekh Faraq Salim dari Al Azhar, hingga Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim ini, bukan sekadar kunjungan seremonial. Di dalamnya, terselip misi besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sektor perdagangan dan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Menuju Legitimasi “Sister Province”

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa saat ini hubungan antara Jawa Timur dan Alexandria tengah memasuki babak baru. Setelah sebelumnya kedua belah pihak menandatangani Letter of Intent (LoI) di masa kepemimpinan Gubernur Alexandria Mohamed Taher El-Sherif, kini proses tersebut sedang didorong untuk menjadi Memorandum of Understanding (MoU) yang lebih kuat secara hukum.

Kabar baiknya, rencana ini telah mengantongi restu resmi dari DPRD Jawa Timur, menandakan dukungan penuh legislatif terhadap langkah global ini.

Kopi dan Literasi: Jembatan Dua Benua

Dalam narasi perdagangannya, Gubernur Khofifah melihat adanya potensi link and match yang sangat presisi. Mesir dikenal dengan budaya konsumsi kopi yang sangat tinggi di kalangan masyarakatnya.

Di sisi lain, Jawa Timur berdiri tegak sebagai salah satu lumbung penghasil kopi unggulan di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan mampu membuka kran ekspor yang lebih deras bagi para petani kopi lokal ke pasar Mediterania.

Namun, visi Khofifah tidak berhenti pada komoditas fisik. Beliau melirik Alexandriaatau yang secara historis dikenal sebagai Iskandariyah sebagai mercusuar peradaban. Sebagai pusat pendidikan dunia Mediterania kuno sejak zaman Helenistik hingga zaman kuno akhir, Alexandria memiliki perpustakaan terbesar di dunia yang menyimpan karya-karya luar biasa dari para ulama besar Islam.

“Ini bisa menjadi atensi kita untuk kemajuan pendidikan dan transfer of knowledge,” ungkap Khofifah. Beliau membayangkan bagaimana sejarah Islam dan perkembangan peradaban di sana bisa menjadi inspirasi bagi kemajuan pendidikan di tanah air.

Kolaborasi Melawan Terorisme

Salah satu poin paling krusial dalam pertemuan ini adalah penguatan kerja sama di tingkat perguruan tinggi. Jawa Timur berencana menggandeng Universitas Al-Azhar Mesir untuk bermitra dengan perguruan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

Fokusnya sangat spesifik dan mendalam: combating terrorism. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir formula akademis dan strategi moderasi beragama untuk mencegah serta menanggulangi ancaman terorisme di level global.

Wajah Modern Masjid Al Akbar

Di sela pembahasan diplomatik, Gubernur Khofifah juga memamerkan inovasi pengelolaan Masjid Nasional Al Akbar. Meskipun berdiri di atas lahan yang terbatas, masjid ini telah disulap menjadi pusat layanan sosial-keagamaan yang komprehensif.

Berbagai fasilitas telah dioptimalkan secara presisi, mulai dari greenhouse dan fasilitas ramah lingkungan, mini soccer berbasis pendidikan Al-Qur’an, perpustakaan digital (digital library), hingga Taman Asmaul Husna.

Inovasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi. Beliau memuji bagaimana masjid tersebut mampu memberikan pelayanan yang representatif dan optimal bagi jamaah, sekaligus menjadi motor penggerak kegiatan generasi muda.

Dengan pertemuan ini, Jawa Timur tidak hanya memperkuat posisi ekonominya di mata dunia, tetapi juga mempertegas perannya sebagai pusat pengembangan peradaban dan Islam yang moderat.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *