Buruh Pabrik Rokok di Surabaya Terima BLT Rp1 Juta, Pemprov Jatim Kucurkan Rp10,324 Miliar untuk 10.324 Pekerja Tembakau

Gubernur Khofifah saat menyalurkan dana DBHCHT pada buruh pabrik rokok.

Inti Berita:

  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp2,508 miliar kepada 2.508 buruh pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk Rungkut II Surabaya, dengan masing-masing pekerja menerima Rp1 juta.
  • Sepanjang tahun 2026, BLT DBHCHT di Kota Surabaya menyasar 3.841 pekerja di tiga perusahaan rokok dengan total bantuan Rp3,841 miliar.
  • Secara keseluruhan di Jawa Timur, bantuan BLT DBHCHT menjangkau 10.324 pekerja di 25 kabupaten/kota pada 65 perusahaan rokok dengan total anggaran Rp10,324 miliar.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Ribuan Buruh Terima Bantuan di Tengah Dinamika Ekonomi

Sapapublik –  Di tengah aktivitas produksi yang tetap berjalan di kawasan industri Rungkut, Surabaya, ribuan buruh pabrik rokok menerima kabar yang membawa sedikit ruang lega bagi kebutuhan keluarga mereka.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada pekerja sektor industri hasil tembakau.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan senilai Rp2,508 miliar kepada 2.508 buruh pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk Rungkut II Surabaya, Sabtu, 9 Mei 2026. Setiap pekerja menerima bantuan sebesar Rp1 juta.

Penyaluran tersebut menjadi tahap kedua BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok di Kota Surabaya selama tahun anggaran 2026. Sebelumnya, bantuan serupa juga telah disalurkan kepada pekerja pabrik rokok PT Gelora Djaja Surabaya.

BLT DBHCHT Dinilai Jadi Penguat Ketahanan Keluarga Pekerja

Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bantuan ini bukan sekadar program rutin bantuan sosial. Di balik angka miliaran rupiah yang digelontorkan, ada upaya menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai industri hasil tembakau di Jawa Timur.

Khofifah menegaskan bahwa buruh pabrik rokok memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu hadir memberikan perlindungan sosial dan penguatan kesejahteraan bagi para pekerja.

“Buruh pabrik rokok memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu pemerintah harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan kesejahteraan bagi para pekerja,” ujar Khofifah.

Menurutnya, BLT DBHCHT bukan hanya bantuan tunai, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah agar para pekerja tetap memiliki daya tahan ekonomi di tengah dinamika kebutuhan hidup masyarakat.

Surabaya Jadi Salah Satu Fokus Penyaluran Bantuan

Di Kota Surabaya sendiri, program BLT DBHCHT tahun 2026 menyasar total 3.841 pekerja pabrik rokok yang tersebar di tiga perusahaan rokok. Total bantuan yang dialokasikan mencapai Rp3,841 miliar.

Program tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli keluarga pekerja di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat. Pemerintah juga menilai pemanfaatan DBHCHT harus benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para pekerja yang selama ini menopang sektor industri hasil tembakau.

Tak hanya di Surabaya, cakupan bantuan ini juga meluas ke berbagai daerah di Jawa Timur. Secara keseluruhan, BLT DBHCHT tahun 2026 menjangkau 10.324 pekerja yang tersebar di 25 kabupaten/kota dan 65 perusahaan rokok. Total anggaran yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp10,324 miliar.

Total Bansos Pemprov Jatim Capai Rp171,269 Miliar

Sementara itu, total bantuan sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2026 mencapai Rp171,269 miliar. Dari jumlah tersebut, Kota Surabaya memperoleh alokasi bantuan sosial sebesar Rp5,947 miliar, termasuk salah satu komponen utama berupa BLT DBHCHT lintas wilayah.

Khofifah berharap bantuan yang diterima para pekerja dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penting keluarga, mulai dari kebutuhan pokok, pendidikan anak, hingga kebutuhan kesehatan.

Ia juga mengajak para pekerja tetap menjaga semangat kerja dan produktivitas di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.

Apresiasi untuk Buruh Perempuan Industri Tembakau

Selain menyampaikan bantuan, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung kelancaran penyaluran bantuan, mulai perusahaan, serikat pekerja, pemerintah kabupaten/kota, hingga pihak perbankan yang memastikan bantuan diterima tepat sasaran.

Menurutnya, keberhasilan penyaluran BLT DBHCHT juga menjadi bagian dari implementasi program Nawa Bhakti Satya pertama, yakni Jatim Sejahtera, melalui penguatan perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat pekerja.

Di akhir kegiatan, Khofifah secara khusus menyoroti peran buruh perempuan di industri hasil tembakau. Ia menyebut para pekerja perempuan sebagai sosok-sosok tangguh yang tidak hanya membantu menggerakkan ekonomi daerah, tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga mereka masing-masing.

Apresiasi Dari Menteri PPPA RI

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi turut memberikan apresiasi terhadap perhatian yang diberikan kepada para pekerja industri.

“Program bantuan seperti ini penting untuk mendukung ketahanan ekonomi keluarga pekerja, khususnya perempuan,” ujarnya.

Tak sedikit buruh yang mengaku bersyukur atas bantuan tersebut karena dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Apalagi, sebagian besar pekerja di sektor tersebut merupakan tulang punggung keluarga yang menggantungkan penghasilan dari industri padat karya.

Ungkapan Syukur Buruh Pabrik Rokok

Seperti yang disampaikan salah seorang buruh pabrik rokok PT HM Sampoerna 2 Rungkut Surabaya, Subri Rahayu. Ia mengaku senang dan bersyukur atas bantuan DBHCHT yang diberikan Gubernur Khofifah. Karena dinilai sangat membantu para buruh di tengah kebutuhan ekonomi yang terus meningkat.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami para buruh, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Untuk itu, melalui program DBHCHT diharapkan kesejahteraan para buruh pabrik rokok dapat terus meningkat sekaligus menjaga keberlangsungan sektor industri hasil tembakau yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *