Sapapublik – Sebanyak 30 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kota Pasuruan yang dihadirkan Dinas Sosial (Dinsos) Jatim turut memeriahkan Puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2026 Jawa Timur di kawasan Pintu Langit, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/7/2026).
Para siswa SRT Kota Pasuruan mendapat kesempatan menampilkan atraksi kreatif sekaligus menyambut kedatangan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Choiri Fauzi.
Sebanyak 22 siswa SRT menampilkan atraksi baris-berbaris di hadapan Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA. Sementara delapan siswa lainnya mendapat kehormatan menyambut sekaligus mengiringi saat memasuki area peringatan Puncak HAN 2026 Jawa Timur.
Bahkan, penampilan para siswa SRT Kota Pasuruan menjadi salah satu daya tarik dalam peringatan HAN 2026 yang mengusung tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.
Selain penampilan siswa SRT Kota Pasuruan, Puncak HAN 2026 Jawa Timur juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan anak dari berbagai daerah.
Menteri PPPA Arifah mengapresiasi komitmen Pemprov Jatim yang terus menghadirkan ruang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak.
Menurutnya, peringatan HAN menjadi bukti nyata bahwa anak-anak diberi kesempatan untuk bermain, belajar, berekspresi, serta tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Saya mengapresiasi Pemprov Jatim yang terus berkomitmen menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak,” ujarnya.
Tak hanya diisi dengan penampilan siswa, kawasan Pintu Langit juga disulap menjadi arena bermain yang penuh keceriaan. Beragam permainan tradisional seperti egrang, ular tangga, hingga permainan khas daerah lainnya mengajak anak-anak kembali merasakan keseruan bermain bersama tanpa bergantung pada gawai.
Dalam rangkaian Puncak HAN 2026 Jawa Timur juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama membangun ekosistem perlindungan anak di ruang digital.
Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono bersama para pemangku kepentingan sebagai wujud kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.
Menteri PPPA Arifah menegaskan, perlindungan anak di era digital menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga platform digital menjadi kunci dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.
“Perlindungan anak di ruang digital tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan komitmen dan kolaborasi semua pihak agar anak-anak Indonesia dapat memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan produktif, tanpa terpapar berbagai risiko di ruang digital,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah kabupaten/kota yang berhasil menunjukkan capaian terbaik dalam Indeks Perlindungan Anak di Jawa Timur. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pemenuhan hak serta perlindungan anak di wilayah masing-masing.
Melalui Puncak Hari Anak Nasional 2026 Jawa Timur, Pemprov Jatim ingin menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan, dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya.
Kehadiran siswa SRT Kota Pasuruan dalam peringatan ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan terhadap pemenuhan hak anak, sejalan dengan komitmen bersama membangun ekosistem perlindungan anak, termasuk di ruang digital, demi mencetak generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang aman, peduli, dan penuh harapan.*






