Disnakertrans Jatim dan Plan Indonesia Dorong Talenta Digital Inklusif Lewat MJC 2026, Libatkan 50 Peserta dari 5 Wilayah

Kadisnakertrans Jatim Sigit Priyanto didampingi Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja dan Project Manajer PLAN Indonesia berfoto bersama seluruh peserta pelatihan program MJC

Inti Berita:

  • Program MJC 2026 menghadirkan pelatihan konten kreator berbasis ekosistem talenta, mentor, dan klien.
  • Sebanyak 50 peserta dari 5 Bakorwil ikut serta, termasuk 6 penyandang disabilitas.
  • TPT Jawa Timur Februari 2026 tercatat 3,71 persen, turun 0,31 persen poin dari tahun sebelumnya.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Upaya Baru Menjawab Tantangan Pengangguran

Sidoarjo, Sapapublik – Langkah konkret kembali diambil oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur dan Plan Indonesia  dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di era digital. Melalui kegiatan “Penciptaan Talenta Millennium Job Center (MJC) Bidang Konten Kreator Tahun 2026”, pemerintah provinsi berupaya membuka peluang kerja baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kegiatan yang digelar di Aston Sidoarjo City Hotel pada 14 April 2026 ini bukan sekadar pelatihan biasa. Program MJC dirancang sebagai ekosistem kolaboratif yang mempertemukan tiga pilar utama: talenta, mentor, dan klien. Ketiganya terhubung dalam proyek nyata yang memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman kerja sekaligus penghasilan.

Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto menegaskan bahwa program ini menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam mengoptimalkan kompetensi generasi muda, khususnya di bidang digital. Peserta didorong untuk menjadi gig worker atau freelancer profesional yang siap bersaing di pasar kerja modern.

MJC Inklusif: Semua Punya Kesempatan yang Sama

Keunikan MJC tahun ini terletak pada pendekatan inklusif yang diusung. Program ini membuka akses seluas-luasnya bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Mereka tidak dipisahkan, melainkan berkolaborasi langsung dengan peserta lainnya dalam satu ekosistem yang setara.

Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia yang menekankan kesetaraan gender, pemberdayaan pemuda, serta keterlibatan kelompok rentan usia produktif.

Menjawab Data Pengangguran dengan Solusi Nyata

Di tengah dinamika ketenagakerjaan, data Sakernas BPS Jawa Timur per Februari 2026 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,71 persen. Angka ini memang mengalami penurunan sebesar 0,31 persen poin dibandingkan Februari tahun sebelumnya, namun tetap menunjukkan adanya tantangan.

Permasalahan seperti rendahnya kualitas keterampilan pencari kerja, keterbatasan informasi pasar kerja, serta mismatch antara kebutuhan industri dan tenaga kerja menjadi faktor utama. Melalui MJC, pemerintah mencoba menghadirkan solusi berbasis praktik langsung (*on the job learning*) yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini.

Mendorong Ekonomi Gig dan Karier Fleksibel

Program MJC juga menjadi bagian dari transformasi pola kerja. Tidak lagi hanya berorientasi pada sektor formal, peserta didorong untuk melihat peluang di sektor informal berbasis digital.

Konsep “merdeka berkarir” diperkenalkan, di mana setiap individu memiliki kebebasan memilih pekerjaan sesuai minat, bakat, dan peluang yang tersedia. Dengan dukungan platform berbasis AI, peserta mendapatkan rekomendasi pekerjaan, pelatihan, dan bimbingan yang lebih personal dan tepat sasaran.

Plan Indonesia Gandeng Praktisi Nasional Mentor Kaum Muda

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) kembali memperkuat komitmennya dalam memberdayakan kaum muda melalui program Futuremakers. Didukung oleh Standard Chartered Foundation, inisiasi ini berfokus pada pemberian kapasitas soft skill untuk meningkatkan nilai jual peserta. Tak hanya pelatihan, Plan Indonesia juga mengambil peran dalam mentorship dan monitoring intensif guna memastikan para peserta mendapatkan pendampingan berkelanjutan.

Manajer Project Manajer Plan Indonesia, Raharjo, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar peserta mampu mandiri secara ekonomi. “Kami mendampingi mereka melalui program Futuremakers hingga nantinya mereka bisa berwirausaha secara mandiri (self-employment) atau memilih jalur penempatan kerja yang sesuai,” ujarnya. Tahun ini, Plan Indonesia juga menggandeng praktisi nasional di bidang sales dan marketing untuk menyelaraskan materi dengan kebutuhan industri saat ini.

Ke depannya, Plan Indonesia berkomitmen untuk terus berada di garda terdepan dalam mendukung kesetaraan akses kerja. Fokus utama program ini menyasar kaum muda perempuan dan penyandang disabilitas agar mendapatkan peluang karir yang setara. Melalui kolaborasi strategis ini, diharapkan tantangan hambatan kerja bagi kelompok rentan dapat teratasi demi mencapai kemandirian yang inklusif

Sedangkan praktisi sekaligus profesional di bidang Sales, Marketing, dan Public Relation Heny menyampaikan, dalam sesi ini, peserta dibekali kemampuan komunikasi, personal branding, hingga kesiapan menghadapi dunia kerja sebagai freelancer maupun content creator profesional.

“Menjadi content creator hari ini tidak cukup hanya kreatif, tetapi juga harus punya kemampuan komunikasi, membangun personal branding, dan siap menghadapi dunia kerja profesional. Skill boleh bagus, tapi tanpa softskill, sulit bersaing di dunia kerja digital yang kompetitif saat ini,” ujar Heny.

Seputar Kegiatan MJC Disnakertrans Jatim 

Kegiatan ini diikuti oleh tepat 50 orang peserta yang berasal dari 5 Bakorwil di Jawa Timur, yaitu Bakorwil Malang, Bakorwil Madiun, Bakorwil Bojonegoro, Bakorwil Jember, dan Bakorwil Pamekasan. Dari total 50 peserta tersebut, sebanyak 6 orang merupakan penyandang disabilitas yang berpartisipasi bersama 44 peserta non-disabilitas.

Workshop dilaksanakan selama 3 hari 2 malam, dimulai pada tanggal 14 April 2026 sampai dengan 16 April 2026, bertempat di Aston Sidoarjo City Hotel.

Data ketenagakerjaan menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur per Februari 2026 sebesar 3,71 persen, yang mengalami penurunan sebesar 0,31 persen poin dibandingkan Februari tahun sebelumnya.

Program ini didukung oleh berbagai mitra, antara lain tim MJC, East Java Super Corridor (EJSC), serta Yayasan Plan Internasional Indonesia yang memberikan penguatan soft skill dan pendampingan lanjutan melalui program Youth Employability.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *