Inti Berita:
- Fasilitas Baru: Gubernur Khofifah meresmikan Gedung Gerha Majapahit (pusat logistik) dan GOR BPBD Jatim di Sidoarjo untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana.
- Sistem Digital FIFO: Pengelolaan logistik kini wajib menggunakan sistem digital First In, First Out (FIFO) untuk menjamin kualitas barang dan mencegah stok kedaluwarsa.
- Mitigasi El Nino: Pembangunan ini menjadi bagian dari kewaspadaan ganda menghadapi kemarau ekstrem dan menjaga ketahanan pangan Jawa Timur.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Menata Ulang Napas Penanggulangan Bencana
Sidoarjo, Sapapublik – Di tengah tantangan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi, kecepatan dan ketepatan distribusi bantuan menjadi kunci utama. Menyadari hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah nyata dengan meresmikan dua fasilitas vital di kantor BPBD Jatim, Sidoarjo, pada Kamis (9/4).
Gedung Gerha Majapahit kini berdiri sebagai jantung baru pengelolaan logistik, sementara Gedung Olahraga (GOR) BPBD disiapkan untuk memastikan fisik para personel tetap prima saat terjun ke medan bencana.
Bukan Sekadar Gudang: Era Logistik Digital
Namun, sorotan utama Khofifah bukan hanya pada fisik bangunan, melainkan pada sistem di dalamnya. Beliau menegaskan bahwa manajemen logistik modern tidak bisa lagi dikelola secara manual. Era digital wajib merambah ke gudang-gudang bantuan.
Gubernur menekankan penerapan sistem FIFO (First In, First Out). Dengan metode ini, barang yang masuk pertama kali harus menjadi yang pertama didistribusikan. Lewat ekosistem digital, setiap item logistik—mulai dari makanan instan hingga peralatan darurat—akan terpantau tanggal kedaluwarsanya secara real-time.
“Jangan sampai ada logistik yang masuk tanggal expired. Melalui sistem FIFO, kita bisa mendeteksi distribusi sesuai urutan waktu penggunaan,” tegas Khofifah. Baginya, akuntabilitas dan kualitas bantuan adalah harga mati bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Kewaspadaan Ganda Menghadapi El Nino
Peresmian ini juga menjadi momentum bagi Pemprov Jatim untuk membunyikan alarm kewaspadaan terkait fenomena El Nino. Kemarau ekstrem mengintai, dan dampaknya bisa memukul sektor pertanian serta ketahanan pangan.
Khofifah menginstruksikan seluruh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD di kabupaten/kota untuk bersinergi. Bukan hanya soal logistik makanan, kesiapsiagaan juga mencakup koordinasi pompa air bersama Dinas PU untuk daerah-daerah rawan kekeringan. Tujuannya satu yaitu memastikan indeks pertanaman tetap terjaga meski cuaca tidak bersahabat.
Investasi untuk Ketangguhan SDM
Senada dengan Gubernur, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan bahwa pembangunan yang rampung dalam 180 hari ini adalah investasi jangka panjang. Gedung Gerha Majapahit akan menjadi pusat pemeliharaan alat-alat berat dan bantuan, sementara GOR akan menjadi kawah candradimuka bagi peningkatan kapasitas SDM.
Proyek yang didanai APBD 2025 ini juga mendapat pengawalan ketat dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk memastikan transparansi sejak awal pembangunan. Dengan fasilitas yang lebih representatif, Jawa Timur diharapkan semakin tangguh dan cepat merespons setiap detak potensi bencana di wilayahnya.






