May Day 2026, Komitmen Nyata Pemprov Jatim Melalui Paket Kebijakan Pro-Buruh

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan para Ketua Serikat Buruh juga Forkompimda menyapa massa aksi buruh dalam memperingati Hari Buruh Internasional yang dikenal dengan Mayday di Jalan Pahlawan Kota Surabaya.

Inti Berita

  • Insentif Fiskal dan Transportasi: Pemprov Jatim memberikan diskon Pajak Kendaraan (PKB) sebesar 20% bagi buruh kategori desil 1-4 dan memperluas rute Bus Trans Jatim ke Pasuruan Raya.
  • Pendidikan dan Perumahan: Penguatan kuota afirmasi 5% untuk anak buruh di sekolah berkualitas serta inisiasi penyediaan hunian layak bersama Kementerian PKP.
  • Perlindungan Finansial: Penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan hingga Rp555 juta lebih dan pembahasan Raperda Sistem Jaminan Pesangon sebagai jaring pengaman masa depan.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Lebih dari Sekadar Seremoni di Halaman Pahlawan

Surabaya, Sapapublik – Halaman Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan No. 110, Surabaya, mendadak berubah warna pada Jumat, 1 Mei 2026. Bukan oleh barisan aparatur sipil, melainkan oleh ribuan buruh dari berbagai aliansi yang datang dengan semangat peringatan May Day. Namun, alih-alih diwarnai ketegangan demonstrasi, suasana justru terasa hangat dalam balutan syukuran dan pemotongan tumpeng.

Di tengah riuhnya massa, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wagub Emil Elestianto Dardak dan jajaran Forkopimda Jatim, tidak datang dengan tangan hampa. Beliau membawa “kado” kebijakan yang dirancang untuk menyentuh langsung dapur dan masa depan keluarga pekerja.

Meringankan Beban di Jalan dan Pajak

Salah satu poin krusial yang dipaparkan adalah dukungan di sektor ekonomi harian. Pemprov Jatim menyadari bahwa kendaraan bermotor adalah “kaki” utama buruh menuju pabrik. Oleh karena itu, skema insentif pengurangan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) disiapkan.

Secara spesifik, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa pengurangan tersebut mencapai angka sekitar 20,00 persen bagi buruh yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4. Bahkan, bagi mereka yang memenuhi kriteria tertentu, pemerintah membuka peluang untuk pembebasan pajak pokok dan pungutan tambahan secara total.

Tak hanya soal pajak, mobilitas buruh di kawasan industri juga mendapat perhatian. Pemprov Jatim berencana membuka koridor baru Bus Trans Jatim di wilayah Pasuruan Raya guna mempermudah akses pekerja menuju kawasan industri PIER.

Investasi Masa Depan, Pendidikan dan Hunian

Membangun kesejahteraan bukan hanya soal gaji hari ini, tapi juga tentang nasib generasi mendatang. Khofifah menyoroti kebijakan kuota afirmasi pendidikan bagi anak buruh. Meski sudah diinisiasi sejak enam tahun lalu, data menunjukkan implementasinya masih harus dipacu.

Hingga saat ini, capaian kuota afirmasi baru menyentuh angka 1,33 persen. Pemprov Jatim memasang target ambisius untuk mengejar angka 5,00 persen pada tahun 2025 mendatang agar putra-putri buruh bisa mengakses sekolah-sekolah berkualitas tanpa hambatan biaya.

Sisi kemanusiaan lainnya muncul saat Gubernur membahas rencana hunian layak. Berkolaborasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruar Sirait, Pemprov Jatim kini tengah merumuskan format penyediaan rumah yang terjangkau bagi para pekerja.

Jaring Pengaman bagi Keluarga

Kehadiran negara juga terasa melalui penguatan regulasi. Saat ini, Pemprov bersama DPRD Jatim sedang menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Jaminan Pesangon.

Sebagai bentuk nyata perlindungan sosial, dalam acara tersebut juga diserahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada mereka yang kehilangan tulang punggung keluarga. Data menunjukkan angka santunan yang sangat presisi seAhli waris almarhum Moch. Samsul Munif menerima santunan sebesar Rp437.080.450,00.

* Ahli waris almarhum Aji Candra Wibowo menerima santunan sebesar Rp555.882.450,00.

Santunan ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta beasiswa untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak almarhum.

Apresiasi pun datang dari Ketua SPSI Jatim, Ahmad Fauzi. Ia menilai kebijakan seperti afirmasi pendidikan adalah langkah progresif yang jarang ditemukan di daerah lain. Baginya, komitmen Pemprov Jatim bukan sekadar retorika, melainkan aksi nyata yang dirasakan langsung oleh ribuan buruh yang hari itu pulang dengan senyum dan harapan baru.

Peringatan May Day 2026 ini akhirnya ditutup bukan dengan orasi kemarahan, melainkan dengan potongan tumpeng dan kue ulang tahun yang dibagikan kepada perwakilan berbagai federasi seperti FSPMI, KSPI, Sarbumusi, hingga SPN, sebagai simbol bahwa di Jawa Timur, buruh adalah mitra pembangunan, bukan se2adar roda penggerak mesin industri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *