Pemprov Jatim Dobrak Sekat Sosial Lewat ‘Omah Terapi-Ku’, Akses Terapi Profesional Kini Gratis untuk Keluarga Prasejahtera

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Omah Therapy-Ku di UPT PPSAB Sidoarjo Dinsos Jatim.

Inti Berita:

  • Pemprov Jatim resmi meluncurkan Omah Terapi-Ku di UPT PPSAB Sidoarjo sebagai solusi konkret layanan terapi gratis berkelanjutan bagi masyarakat dengan gangguan tumbuh kembang dan disabilitas.
  • Akses keadilan sosial diperluas dengan menggratiskan seluruh biaya terapi bagi masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 sampai desil 5 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
  • Dinas Sosial Jatim berkolaborasi dengan tenaga profesional dari Poltekkes Kemenkes Surakarta, dengan rencana ekspansi dari 3 lokasi awal ke 4 wilayah tambahan di Jawa Timur.Dins

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Gubernur Khofifah Luncurkan Omah Terapi-Ku

Sapapublik – Bagi sebagian keluarga, mendapati anak atau anggota keluarga mengalami gangguan tumbuh kembang bukan sekadar ujian kesabaran, melainkan juga ujian finansial. Biaya terapi yang tinggi dan akses yang terbatas sering kali memaksa mereka mengubur harapan untuk bisa sembuh atau mandiri.

Menjawab jeritan senyap masyarakat tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengambil langkah progresif untuk meruntuhkan tembok pembatas tersebut.

Pada Selasa, 19 Mei 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan sebuah inovasi pelayanan publik yang diberi nama Omah Terapi-Ku. Bertempat di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (UPT PPSAB) Sidoarjo, program ini hadir sebagai angin segar.

Ini adalah wujud nyata negara hadir dalam memberikan layanan terapi tanpa dipungut biaya sepeser pun, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa yang membutuhkan pendampingan medis berkelanjutan.

Merangkul Mereka yang Berada di Garis Desil 1 Sampai 5

Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa esensi dari pelayanan sosial sejati tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan pokok pangan semata. Lebih dari itu, pelayanan publik harus menyentuh aspek peningkatan kualitas hidup manusia secara holistik.

Agar bantuan ini tepat sasaran dan jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan, Pemprov Jatim menerapkan indikator berbasis data yang presisi. Seluruh layanan di Omah Terapi-Ku dibebaskan dari biaya bagi masyarakat yang terdaftar dalam kategori desil 1 sampai dengan desil 5 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Melalui klasifikasi ini, beban finansial keluarga kurang mampu yang selama ini kesulitan mengakses fisioterapi, terapi okupasi, terapi sensorik, hingga terapi wicara dapat diringankan secara signifikan.

“Omah Terapi-Ku hadir sebagai bentuk nyata pelayanan sosial yang inklusif, mudah diakses, dan berpihak kepada masyarakat. Kami ingin menghadirkan layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Gubernur Khofifah penuh empati.

Strategi Dinas Sosial Jatim: Sebar 3 Titik Awal, Gandeng Poltekkes Kemenkes

Inovasi ini tidak bergerak secara amatir. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, M.M., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat fondasi sistem rehabilitasi sosial agar menjadi lebih dekat dengan masyarakat penerima manfaat.

Tidak tanggung-tanggung, demi menjamin mutu tindakan medis, Pemprov Jatim merangkul para tenaga profesional dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Surakarta.

Pada tahap awal peluncurannya, Dinsos Jatim langsung mengoperasikan program ini di 3 lokasi layanan dengan fokus penanganan yang spesifik dan terintegrasi:

1. UPT PPSAB Sidoarjo: Menjadi pusat penanganan khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

2. UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang: Berfokus penuh pada layanan fisioterapi bagi olahragawan disabilitas serta penyandang disabilitas netra sensorik.

3. Balai Pelayanan Rehabilitasi Sosial Pemerlu Masalah Kesejahteraan Sosial (PRS PMKS) Sidoarjo: Disiapkan secara khusus untuk menangani kelompok dewasa, lanjut usia (lansia), Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta para penderita stroke.

Menatap Masa Depan Layanan Inklusif yang Merata

Dinsos Jatim memastikan manfaat dari Omah Terapi-Ku tidak hanya berhenti di Sidoarjo dan Malang. Pemprov Jatim telah menyusun cetak biru ekspansi agar jangkauan pelayanan ini semakin merata ke berbagai daerah.

Dalam waktu dekat, inovasi Omah Terapi-Ku diproyeksikan segera membuka cabang pelayanan baru di 4 unit pelaksana teknis tambahan, yaitu:

  • UPT Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (RSBD) Pasuruan
  • UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara (RSBRW) Pasuruan
  • UPT Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (RSBG) Tuban
  • UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jombang

Selain keunggulan gratis dan profesional, Omah Terapi-Ku didesain dengan alur birokrasi yang sangat sederhana dan memanusiakan manusia. Masyarakat hanya perlu melewati proses pendaftaran dan tahapan asesmen awal yang ramah, sebelum nantinya mendapatkan jadwal terapi rutin yang disesuaikan dengan kebutuhan klinis masing-masing individu.

Melalui pendekatan yang sangat humanis ini, Pemprov Jatim sedang mengirimkan pesan kuat ke seluruh pelosok daerah: bahwa setiap warga negara, terlepas dari latar belakang ekonomi dan kondisi fisiknya, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, serta menjalani hidup dengan layak dan bermartabat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *