Inti Berita:
- Komitmen Inklusivitas: Disperpusip Jatim menyelenggarakan Talkshow “Dari Potensi ke Prestasi” sebagai langkah nyata mewujudkan layanan publik yang ramah disabilitas dan tanpa diskriminasi.
- Rekam Jejak Prestasi: Lembaga ini konsisten mempertahankan standar pelayanan prima, terbukti dengan raihan penghargaan Sarpras Responsif Gender Terbaik 2023 dan Unit Pelayanan Publik Terbaik Penyedia Sarpras Ramah Kelompok Rentan 2024 dari KemenPAN-RB.
- Transformasi Literasi: Literasi kini tidak lagi sebatas membaca-menulis, melainkan alat pemberdayaan ekonomi dan kemandirian agar penyandang difabel memiliki kesempatan setara menjadi ASN atau profesional di berbagai perusahaan.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya
Berita Selengkapnya:
Bukan Sekadar Membaca, Tapi Berdaya
Surabaya, Sapapublik – Di sudut-sudut Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, suasana tampak berbeda dari biasanya. Riuh rendah tawa anak-anak difabel yang asyik bermain dan mewarnai mengisi ruang-ruang literasi.
Di saat yang sama, para orang tua, terapis, dan pustakawan duduk melingkar dalam sebuah dialog mendalam bertajuk “Dari Potensi ke Prestasi: Literasi untuk Difabel yang Berdaya”.
Disperpusip Jatim sedang menegaskan satu pesan kuat, yaitu perpustakaan bukan lagi gedung sunyi berisi tumpukan kertas. Di bawah komando Ir. Tiat S. Suwardi, lembaga ini bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan yang memegang teguh prinsip No One Left Behind.
Tidak boleh ada satu pun warga Jawa Timur yang tertinggal dalam mengakses informasi, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Melampaui Batas Fisik dan Stigma
Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi yang juga pernah mengemban amanah sebagai PJs Bupati Ngawi menekankan bahwa tantangan terbesar bukan hanya membangun ram dan ubin pemandu secara fisik.
Tantangan sesungguhnya terletak pada aspek non-fisik: bagaimana mengubah cara pandang masyarakat dan meningkatkan keterampilan SDM pustakawan dalam melayani difabel.
Langkah ini dilakukan secara sistematis. Dengan menggandeng pakar seperti dr. Ergia Latifolia, Sp.A (Dokter Spesialis Anak UPT Vertikal Surabaya) dan Agil Torresia Nirwanasari, SE, M.Pd (Founder Athalia’s Blessing),
Disperpusip Jatim ingin membuka mata publik bahwa literasi inklusif berbasis teknologi adalah kunci kemandirian.
Bukti Nyata dalam Angka dan Penghargaan
Komitmen Disperpusip Jatim bukan sekadar janji manis di atas kertas. Rekam jejak menunjukkan konsistensi yang presisi dalam memenuhi standar pelayanan publik nasional.
Pada tahun 2023, lembaga ini dinobatkan sebagai perangkat daerah dengan kualitas Sarana Prasarana (Sarpras) Responsif Gender Terbaik 2023 oleh KemenPAN-RB RI dan LKBN Antara.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2024, Disperpusip Jatim kembali memperkuat posisinya dengan meraih penghargaan dari Kementerian PAN-RB RI sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Terbaik Penyedia Sarpras Ramah Kelompok Rentan.
Rentetan apresiasi ini menjadi bukti bahwa penyediaan akses bagi difabel di Jawa Timur telah dikerjakan dengan standar profesionalisme tinggi.
Membangun Masa Depan Ekonomi yang Mandiri
Melalui inovasi literasi digital, Tiat meyakini bahwa para disabilitas memiliki peluang yang sama luasnya di pasar kerja. Ia mendorong agar para difabel tidak ragu untuk bermimpi tinggi.
“Para disabilitas tidak perlu khawatir, mereka akan terus berkembang dan diterima di berbagai bidang pekerjaan, termasuk bisa bekerja sebagai ASN atau di berbagai perusahaan-perusahaan,” ungkap mantan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim tersebut dengan optimisme.
Bagi Disperpusip Jatim, ketika seorang difabel mampu mengakses informasi tanpa hambatan, mereka sedang membuka pintu menuju kepercayaan diri, kemandirian ekonomi, dan prestasi tertinggi. Literasi, pada akhirnya, adalah tentang memanusiakan manusia dan memberikan hak yang setara bagi setiap anak bangsa untuk berkarya.






