Merangkul Lintas Instansi, Berupaya ‘Hari Raya’ Buruh 2026 Berjalan Damai

Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto saat membuka rapat koordinasi didampingi Kabid HI dan JS juga Kabid Wasnaker.

Inti Berita:

  • Sinergi Strategis: Disnakertrans Jatim menggerakkan koordinasi masif bersama TNI, Polri, dan OPD terkait untuk mengawal kondusivitas peringatan May Day di seluruh wilayah Jawa Timur.
  • Fasilitas Humanis: Pemerintah berkomitmen mengalihkan fokus dari sekadar pengamanan menjadi pelayanan, termasuk penyediaan fasilitas medis dan toilet portabel di titik kumpul massa.
  • Agenda Dinamis: Selain antisipasi aksi massa di Kantor Gubernur, terdapat agenda besar lainnya seperti rencana peresmian Museum Keris oleh Presiden RI di Nganjuk pada 2 Mei.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Merayakan May Day dengan Harmoni di Jawa Timur

Surabaya, Sapapublik – Tanggal 1 Mei bukan sekadar tanggal merah di kalender; bagi jutaan pekerja, ini adalah “Hari Raya” untuk menyuarakan harapan. Menyadari pentingnya momen ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mulai memanaskan mesin koordinasi.

Tujuannya satu yaitu memastikan Jawa Timur tetap menjadi rumah yang aman bagi buruh untuk merayakannya.

Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, membuka ruang diskusi di Ruang Wawasan dengan pesan yang tegas. Beliau meminta seluruh instansi lembaga terkait untuk menanggalkan ego sektoral dan bekerja sama sebaik mungkin, mencontoh keberhasilan tahun-tahun sebelumnya dalam menjaga kelancaran May Day.

Pelayanan di Atas Segalanya

Sugeng Lestari, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (HI dan JS) Disnakertrans Jatim, menekankan bahwa pemerintah hadir untuk memfasilitasi. Komitmen ini tidak hanya melibatkan Pemerintah Provinsi, tetapi juga menjalar hingga tingkat Kabupaten/Kota, bersinergi erat dengan kekuatan TNI dan Polri. Fokusnya adalah memastikan output keamanan terkendali tanpa mengurangi rasa nyaman para buruh.

Namun, tantangan tahun ini cukup kompleks. Pemerintah harus jeli membagi fokus karena agenda yang bersifat dinamis. Salah satunya adalah rencana agenda tabur bunga dan peresmian Museum Keris oleh Presiden RI di Nganjuk yang dijadwalkan pada 2 Mei. Meski masih menunggu koordinasi pusat, persiapan harus tetap dilakukan secara presisi.

Siaga di Tengah Keramaian Massa

Antisipasi aksi massa tetap menjadi prioritas, terutama di titik sentral seperti Kantor Gubernur Jatim. Sugeng mengingatkan bahwa kesiagaan harus ada di segala lini, baik jika perayaan terpusat di Jakarta (Monas) maupun jika massa tumpah ruah di daerah.

Situasi semakin menantang dengan adanya jadwal pertandingan sepak bola tensi tinggi antara Persebaya vs Arema yang waktunya berdekatan. Langkah antisipasi ekstra disiapkan agar tidak terjadi penumpukan massa yang berisiko mengganggu ketertiban umum.

Kolaborasi Tanpa Hambatan

Demi kenyamanan massa, Disnakertrans juga mengetuk pintu OPD lain diantaranya seperti Dinas Kesehatan agar bersiaga penuh untuk kebutuhan medis mendadak di lapangan. Atau Dinas PU agarĀ  menyokong fasilitas umum, termasuk penyediaan toilet portabel di lokasi keramaian.

Meski harus berhadapan dengan efisiensi anggaran, Sugeng menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Komunikasi informal dengan serikat pekerja terus dilakukan untuk menggali konsep perayaan secara langsung dari akar rumput.

Menutup arahannya, Disnakertrans Jatim telah mengedarkan surat resmi ke seluruh Disnaker Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Pesannya jelas: setiap daerah harus proaktif memfasilitasi kebutuhan buruh di tingkat lokal agar tidak ada satu pun pihak yang merasa terabaikan dalam merayakan hari besarnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *