Inti Berita:
- Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur memfasilitasi pemulangan 5 orang dewasa dan 1 balita asal Jatim yang terdampak situasi perang di Iran.
- Pemulangan dilakukan melalui sinergi berjenjang mulai dari KBRI, Kementerian Luar Negeri, Badan Penghubung Jatim, hingga Dinsos Kabupaten/Kota.
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh untuk melakukan fasilitasi lanjutan jika terdapat gelombang pemulangan warga Jatim berikutnya.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya:
Menjemput Harapan di Tengah Deru Konflik
Surabaya, Sapapublik – Ketegangan situasi perang di Iran bukan sekadar tajuk berita internasional bagi Abdullah dan beberapa warga Jawa Timur lainnya; itu adalah realita mencekam yang mereka hadapi di perantauan. Namun, pada Kamis, 16 April 2026, kekhawatiran itu berganti dengan rasa lega. Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur secara resmi memfasilitasi kepulangan mereka hingga benar-benar sampai di kampung halaman.
Kepulangan kali ini mencakup rombongan kecil namun sangat berarti, terdiri dari 5 orang dewasa dan 1 orang balita. Mereka adalah Abdullah yang berasal dari Bondowoso, Aly Sa Jjad Al Hinduan dari Situbondo, serta satu keluarga kecil dari Kota Malang yakni Habibah Yahya, Hasan, beserta balitanya.
Sinergi Lintas Lembaga demi Keselamatan Warga
Perjalanan pulang ini adalah hasil kerja keras birokrasi yang memprioritaskan keselamatan nyawa. Awalnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengamankan posisi mereka keluar dari Iran menuju Indonesia. Setibanya di Jakarta, estafet tanggung jawab dilanjutkan oleh Badan Penghubung (Banhub) Jawa Timur untuk membawa mereka menuju Surabaya.
Sesampainya di Bumi Pahlawan, Dinsos Jatim mengambil peran utama dalam proses transisi terakhir. Mewakili Pemerintah Provinsi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Muchamad Arif Ardiansyah, S.STP., M.S., menjelaskan bahwa koordinasi ketat adalah kunci. “Pemulangan ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan KBRI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah agar berjalan tertib,” ungkapnya.
Komitmen Fasilitasi Berkelanjutan
Setelah tiba di Surabaya, Dinsos Jatim tidak membiarkan warga tersebut berjuang sendiri. Dengan menggandeng Dinsos Kabupaten/Kota setempat, para warga terdampak konflik ini diantar hingga ke pintu rumah masing-masing di Bondowoso, Situbondo, dan Kota Malang.
Arif menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam melindungi warga negara di luar negeri. Ia juga memastikan bahwa jika ke depan terdapat tambahan gelombang kepulangan warga asal Jawa Timur dari wilayah konflik, pihaknya akan selalu siap siaga.
“Kami akan menyesuaikan fasilitasi dengan kebutuhan di lapangan agar prosesnya tetap berjalan lancar,” tambah Arif. Dengan koordinasi yang sudah teruji antara KBRI, Banhub Jatim, dan Dinsos daerah, Pemprov Jatim menjamin bahwa tidak ada warganya yang tertinggal dalam situasi sulit di mancanegara.






