Lewat Program ‘Mba Maya’, Ubah Masalah Sampah Jadi Peluang Ekonomi

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) saat melaksanakan program "Mba Maya" di Kangean.

PNM Hadir di Jantung Kangean

Inti Berita:

  • Aksi Nyata Pemberdayaan: PT PNM menggelar program Membina dan Memberdaya (Mba Maya) di Desa Arjasa, Kepulauan Kangean, untuk mengedukasi 140 ibu-ibu pra-sejahtera dan nasabah Mekaar mengenai manajemen sampah.
  • Dukungan Infrastruktur Hijau: PNM menyalurkan bantuan fisik berupa 150 unit tempat sampah kepada) warga dan Pemerintah Desa Arjasa sebagai stimulan perubahan perilaku hidup bersih.
  • Visi Ekonomi & Kesehatan: Program ini bertujuan mengubah paradigma masyarakat agar melihat sampah bukan sekadar limbah, melainkan aset yang memiliki nilai ekonomi sekaligus kunci kesehatan keluarga.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Menyemai Kesadaran dari Pesisir Arjasa

Sumenep, Sapapublik – Kepulauan Kangean, yang terletak jauh dari daratan utama Kabupaten Sumenep, kini tengah menjadi sorotan dalam upaya pelestarian lingkungan. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tidak hanya hadir membawa akses permodalan, tetapi juga membawa misi perubahan perilaku melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

Bertajuk “Membina dan Memberdaya” atau Mba Maya, program ini dilaksanakan di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, sebagai jawaban atas tantangan pengelolaan limbah di wilayah kepulauan.

Sinergi dan Edukasi di Ujung Timur Madura

Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari, tepatnya pada tanggal 15–16 April 2026, ini dirancang secara sistematis. PNM membagi kegiatan ke dalam 4 sesi yang berbeda. Fokusnya sangat spesifik: menyasar 140 orang peserta, di mana setiap sesinya diisi oleh 35 peserta yang mayoritas adalah ibu-ibu pra-sejahtera nasabah Mekaar PNM serta warga lokal.

Kehadiran para tokoh penting seperti Kepala Desa Arjasa, Bapak Nurul Anwar, Sekretaris Desa Bapak Ziky Firdaus, hingga Koordinator Dinas Lingkungan Hidup Ibu Nila Fawnia sebagai narasumber, mempertegas bahwa urusan sampah adalah kerja kolaboratif.  Tak sekadar teori, PNM membuktikan komitmennya dengan menyerahkan bantuan nyata berupa 150 unit tempat sampah.

Mengubah Sampah Menjadi Berkah

Kepala Desa Arjasa, Bapak Nurul Anwar, melihat inisiatif ini sebagai angin segar bagi warganya. Ia berharap pengetahuan yang diserap selama dua hari tersebut bisa langsung dipraktikkan di dapur dan lingkungan rumah masing-masing.

Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Cabang PNM Surabaya, Bapak Tatang Sefi Setyono, menekankan bahwa di balik tumpukan limbah rumah tangga, terdapat dua hal yang sering terlupakan: kesehatan dan potensi uang.

 Dalam narasinya, Tatang menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang presisi dari tingkat rumah tangga adalah kunci utama untuk menekan volume sampah nasional yang kian meningkat.

“Kami ingin ibu-ibu nasabah memahami bahwa sampah memiliki potensi nilai ekonomi jika dipilah dengan benar. Kesadaran dari rumah tangga bukan hanya soal lingkungan yang bersih, tapi juga soal menciptakan peluang pendapatan tambahan bagi keluarga,” pungkas Tatang

Melalui Mba Maya, PNM berupaya memastikan bahwa masyarakat di Kepulauan Kangean tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga berdaya dalam menjaga kualitas hidup dan kelestarian alam mereka sendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *