Inti Berita:
- Langkah Strategis: BPBD Jatim resmi memulai program “Siap untuk Selamat Bersama Mosipena” tahun 2026 untuk memperkuat mitigasi bencana di lingkungan pendidikan.
- Lokasi Perdana: Kabupaten Lamongan terpilih menjadi titik awal kegiatan, menyasar SMKN 1 Lamongan dan Pondok Pesantren Raudhatus Solihin.
- Misi Edukasi: Program ini merupakan instruksi langsung untuk melindungi kelompok rentan melalui simulasi evakuasi gempa bumi dan penanganan kebakaran.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya
Berita Selengkapnya
Siap Gerak Lincah, Bawa Misi Penting
Lamongan, Sapapublik – Kesadaran akan bencana bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan keterampilan yang harus dilatih sejak dini. Menyadari hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur kembali bergerak lincah tahun ini.
Lewat inisiatif bertajuk “Siap untuk Selamat Bersama Mosipena”, lembaga ini berkomitmen meningkatkan kapasitas kebencanaan bagi siswa dan santri di seluruh wilayah Jawa Timur.
Perjalanan edukasi ini resmi dimulai pada Selasa, 14 April 2026. Kabupaten Lamongan menjadi persinggahan pertama tim BPBD Jatim. Kehadiran mereka membawa misi penting yaitu mengubah rasa takut menjadi kesiapsiagaan.
Dua lokasi utama yang menjadi pusat kegiatan adalah SMKN 1 Lamongan dan lingkungan Pondok Pesantren Raudhatus Solihin yang terletak di Kecamatan Pucuk, Lamongan.
Di tengah riuhnya antusiasme siswa, hadir Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, bersama Tim Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) dan didampingi penuh oleh Tim BPBD Kabupaten Lamongan serta pengasuh pondok pesantren setempat.
Menjalankan Amanah Mitigasi
Deni Kiki Melia Tamara, atau yang akrab disapa Kiki, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Timur yang disampaikan melalui Kalaksa BPBD Jatim.
Tujuannya tegas yaitu BPBD Jatim harus terus konsisten memberikan edukasi bencana kepada masyarakat luas, terutama bagi mereka yang berada di kelompok rentan seperti lingkungan sekolah dan pesantren.
Dari Simulasi hingga Ekspansi ke Madura
Suasana di lapangan terasa sangat hidup. Para siswa dan santri tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi terlibat langsung dalam simulasi evakuasi mandiri saat menghadapi gempa bumi. Tak hanya itu, mereka juga diajarkan cara memadamkan api (kebakaran) dengan prosedur yang benar. Antusiasme terpancar jelas saat Tim Mosipena membongkar perlengkapan edukasi mereka yang interaktif.
Namun, perjalanan ini baru saja dimulai. Setelah menuntaskan agenda di Lamongan pada tanggal 14 April 2026 tersebut, Tim Mosipena dijadwalkan akan segera meluncur ke wilayah Madura.
Daerah-daerah seperti Sumenep, Pamekasan, hingga Sampang masuk ke dalam daftar prioritas berikutnya, sebelum nantinya menyisir seluruh kabupaten/kota lain di wilayah Jawa Timur untuk memastikan setiap sekolah dan pesantren menjadi atuan pendidikan yang aman bencana.






