Pemprov Jatim All Out Kawal Sekolah Rakyat, Dari Hibah Lahan Hingga Gaji Guru Agama

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama siswa Sekolah Rakyat. (doc Dinsos Jatim)

Inti Berita:

  • Komitmen Terbesar: Jawa Timur resmi menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat (SR) terbanyak di Indonesia, dengan 26 SR yang sudah beroperasi pada tahap 1A, 1B, dan 1C.
  • Ekspansi Masif: Pemprov Jatim menyiapkan pembangunan SR permanen di 19 daerah strategis guna memperkuat layanan pendidikan berbasis kerakyatan yang berkelanjutan.
  • Dukungan Holistik: Selain menyediakan aset lahan dan fasilitas kesehatan, Pemprov Jatim akan menanggung gaji 4 guru agama di setiap SR melalui dana UPZ Dinsos Jatim.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Langkah Nyata Menuju Pendidikan Merata

Surabaya, Sapapublik – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan keseriusan yang tidak main-main dalam mendukung program nasional Sekolah Rakyat (SR). Di bawah komando Pemprov, Jawa Timur kini menempati posisi puncak sebagai provinsi dengan jumlah SR terbanyak di seluruh penjuru negeri.

Saat ini, sebanyak 26 SR telah aktif melayani masyarakat yang tersebar dalam fase rintisan tahap 1A, 1B, dan 1C.

Namun, angka tersebut hanyalah permulaan. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Dra. Restu Novi Widiani MM, menegaskan bahwa dukungan ini akan terus bergulir dan meningkat.

Target besar berikutnya adalah mentransformasi status rintisan ini menjadi SR permanen yang lebih representatif di 19 daerah, meliputi: Sampang, Kabupaten Kediri, Gresik, Kota Kediri, Ngawi, Kabupaten Malang, Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Tuban, Kabupaten Madiun, Pacitan, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Surabaya, Jombang, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, hingga Trenggalek.

Aset Milik Jatim untuk Masa Depan Siswa

Bentuk dukungan “All Out” ini terlihat dari kerelaan Pemprov Jatim menghibahkan penggunaan aset lahan dan bangunan penting sebagai pusat pembelajaran. Beberapa lokasi strategis yang telah disiapkan antara lain:

  • UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Batu.
  • BPSDM Kawi Malang.
  • SMK Maritim Lamongan.
  • Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban.
  • BLK Singosari di Malang.

Tidak hanya urusan bangunan, sisi operasional pun diperhatikan secara detail. Pemprov menugaskan Kepala UPT di lingkungan Dinsos Jatim sebagai Person in Charge (PIC) di setiap lokasi untuk menjamin kebersihan dan kenyamanan siswa.

Bahkan, urusan kesehatan siswa dijamin melalui mediasi dengan rumah sakit milik Pemprov serta fasilitas pelayanan kesehatan (Yankes) setempat secara gratis.

Sentuhan Humanis dan Penguatan Spiritual

Dukungan terhadap Sekolah Rakyat juga menyentuh aspek personal para siswa. Pada momen Idulfitri 1447 Hijriah lalu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa secara langsung memberikan paket perlengkapan sekolah dan ibadah.

Seluruh siswa SR di Jatim menerima tas baru, sarung, mukena, hingga Al-Quran bagi mereka yang beragama Islam.

Menariknya, Pemprov Jatim juga menyadari pentingnya pendidikan karakter melalui agama. Novi mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Fatayat NU dan Pengurus Cabang (PC) NU Jatim untuk menghadirkan guru agama. Rencananya, akan ditempatkan tepat 4 guru agama di setiap titik Sekolah Rakyat.

Guna memastikan kesejahteraan tenaga pendidik tersebut, Pemprov Jatim mengambil langkah progresif: seluruh gaji guru agama tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov melalui dana Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Dinsos Jatim.

Langkah komprehensif ini diharapkan mampu menjadikan Sekolah Rakyat sebagai pilar utama dalam meningkatkan kualitas SDM dan memperluas akses pendidikan bagi seluruh warga Jawa Timur.

Prosesi Pembangunan dan Harapan Kedepan

Dengan fondasi yang kuat pada tahap rintisan ini, pembangunan SR permanen diharapkan dapat segera terealisasi di 19 titik yang telah direncanakan. Melalui sinergi antara penyediaan lahan, fasilitas kesehatan, hingga jaminan kesejahteraan pengajar, Pemprov Jatim optimistis program ini akan memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *