Mengenal Sosok Restu Novi Widani:
- Visi Kemanusiaan: Memandang perempuan bukan sebagai objek bantuan, melainkan pilar utama yang harus tegak demi menyelamatkan masa depan keluarga.
- Arsitek Kemandirian: Inisiator yang percaya bahwa modal usaha adalah “senjata” harga diri bagi perempuan rentan untuk memutus rantai kemiskinan.
- Penyokong Keseimbangan: Tokoh yang menekankan pentingnya karakter utuh (IQ, EQ, SQ) agar perempuan tidak hanya cerdas teknologi, tapi juga tangguh secara batin.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Misi Kemanusiaan di Balik Angka
Surabaya, Sapapublik – Bagi Dra Restu Novi Widani MM, Hari Kartini bukan sekadar seremoni kebaya setahun sekali. Di matanya, semangat Kartini adalah napas perjuangan para perempuan yang menolak menyerah pada kemiskinan. Sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Novi melihat langsung bagaimana kerentanan ekonomi bisa menghancurkan masa depan sebuah keluarga.
“Perempuan yang tidak diberdayakan dalam situasi sulit berisiko memperparah lingkaran kemiskinan,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh empati. Baginya, saat seorang ibu mandiri, maka gizi anak terjamin dan pendidikan keluarga terselamatkan.
Putri Jawara: Senjata Melawan Keterbatasan
Menjawab tantangan itu, lahirlah program Putri Jawara (Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur Sejahtera). Ini bukan sekadar bantuan tunai, melainkan “kail” berupa modal usaha sebesar Rp3 juta. Program ini menjadi tumpuan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan: para ibu tunggal, istri yang suaminya sakit keras, hingga perempuan penyandang disabilitas.
Novi memastikan bantuan ini tepat sasaran. Ia juga menaruh perhatian besar pada ibu dengan anak disabilitas melalui program ASPD, menyadari bahwa beban biaya hidup mereka jauh lebih tinggi dibanding keluarga lainnya.
Rumah Bagi Mereka yang Ingin Pulih
Perjuangan Novi tak berhenti pada bantuan modal. Di bawah komandonya, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita (RSBKW) Kediri dan 29 UPT lainnya di Jawa Timur bertransformasi menjadi bengkel harapan. Sebanyak 1.445 perempuan saat ini sedang ditempa mental dan keterampilannya secara gratis.
Mereka yang pernah jatuh dalam masalah sosial ekonomi diberikan kesempatan kedua. Di sini, mereka belajar bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan. Dengan bimbingan keterampilan, mereka dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang berdaya.
Keseimbangan IQ, EQ, dan SQ
Di tengah gempuran era digital, Novi menitipkan pesan mendalam bagi seluruh perempuan. Menurutnya, menguasai teknologi saja tidak cukup. Kartini masa kini harus memiliki kecerdasan yang utuh: intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ).
Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pelatihan bagi ojek online perempuan, menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di setiap lini. Novi percaya, perempuan yang tangguh adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati diri dan ketulusan hatinya sebagai cahaya bagi keluarga.






