Inti Berita
- BPS mulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 pada 15 Juni–31 Agustus 2026 untuk memotret seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia.
- Sebanyak 41.538 petugas diterjunkan di Jawa Timur, termasuk 1.980 petugas di Kota Surabaya, untuk melakukan pendataan langsung dari rumah ke rumah dan lokasi usaha.
- Hasil sensus akan menjadi dasar berbagai kebijakan ekonomi, sekaligus memperbarui data kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Baca selengkapnya
Data yang Menentukan Arah Kebijakan dan Bantuan Masyarakat
Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 secara door to door sejak 15 Juni 2026. Pendataan yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 itu bukan sekadar kegiatan statistik rutin, melainkan upaya besar untuk memperbarui peta ekonomi Indonesia yang akan menjadi dasar berbagai kebijakan pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.
Di Jawa Timur, BPS mengerahkan 41.538 petugas sensus yang tersebar di 38 kabupaten/kota, termasuk 1.980 petugas di Kota Surabaya. Mereka mendatangi rumah tangga dan lokasi usaha secara langsung guna memperoleh gambaran kondisi ekonomi masyarakat yang lebih akurat dan mutakhir.
Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, pemerintah membutuhkan data yang benar-benar menggambarkan kondisi riil masyarakat. Perubahan tingkat pendapatan, pertumbuhan usaha baru, hingga pergeseran aktivitas ekonomi pascapandemi menjadi faktor penting yang harus tercatat agar program pembangunan tidak berjalan berdasarkan data lama.
Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memastikan kebijakan ekonomi, perencanaan pembangunan, hingga program bantuan sosial disusun berdasarkan kondisi aktual masyarakat.
Plt Kepala BPS Jatim Sempatkan Turun ke Lapangan
Pada hari pertama pelaksanaan, Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati, turut mendampingi petugas sensus saat melakukan pendataan di Kelurahan Tenggilis Mejoyo RT 004 RW 003 Kota Surabaya.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat melalui metode kunjungan langsung dari rumah ke rumah.
Menurut Herum, keberhasilan sensus sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi. “Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS berupaya menghadirkan data yang akurat, lengkap, dan mutakhir mengenai berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Data ini sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, perencanaan ekonomi, serta evaluasi berbagai program pemerintah di masa mendatang,” ujarnya.
Herum menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali sehingga kualitas data yang dihasilkan akan sangat menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi dalam jangka panjang.
Mengapa Data Ekonomi Warga Sangat Penting?
Banyak program pemerintah bergantung pada data sosial ekonomi yang akurat. Mulai dari penyusunan kebijakan pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja. Tanpa pembaruan data secara berkala, menjadikan data ekonomi masyarakat tercatat dengan baik, pemerintah dapat memetakan kebutuhan daerah secara lebih presisi.
Herum menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan sensus. “Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menghasilkan data statistik yang berkualitas,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip TIR, yakni Terima petugas dengan baik, Isi data dengan benar dan jujur, serta Rahasia data tetap terjaga.
Wali Kota Surabaya Jadi Responden Sensus
Dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga ditunjukkan Pemerintah Kota Surabaya. Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut menjadi responden dalam pendataan yang dilakukan BPS.
Pada Rabu (17/6/2026), tiga petugas sensus mendatangi rumah dinas wali kota di Jalan Sedap Malam Surabaya. Pendataan tersebut turut didampingi langsung oleh Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan.
Usai mengikuti proses pendataan, Eri menjelaskan bahwa sensus ekonomi bertujuan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah malam hari ini ada sensus ekonomi yang dilakukan BPS. Jadi, petugas sensus menanyakan apa yang ada di dalam rumah, salah satu contohnya,” kata Eri.
Menurutnya, data yang dikumpulkan akan membantu pemerintah mengetahui kondisi ekonomi setiap rumah tangga secara lebih akurat.
“Jadi ini menunjukkan hasil sensus ekonomi ini adalah tingkat perekonomian dari setiap rumah, apakah masuk dalam desil, mungkin bisa nanti dijadikan desil 1, 2, 3, 4, 5 atau 6,” ujarnya..
Keamanan Data Dijamin, Masyarakat Diminta Kenali Petugas Resmi
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama proses pendataan, BPS mengimbau warga agar mengenali petugas resmi Sensus Ekonomi 2026.
Petugas dibekali rompi sensus, tanda pengenal yang dilengkapi QR Code, serta surat tugas resmi dari BPS. Selain itu, BPS menegaskan bahwa seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
BPS berharap dukungan seluruh masyarakat dapat menghasilkan data ekonomi yang berkualitas, sehingga menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Jawa Timur maupun Indonesia.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat menghubungi Call Center SE2026 di nomor 0815-1126-2026 atau mengakses laman resmi yang disediakan BPS. “Bersama, kita wujudkan data ekonomi yang berkualitas untuk Jawa Timur dan Indonesia. Sensus Ekonomi 2026, Mencatat Ekonomi Indonesia,” tutup Herum Fajarwati.






