Inti Berita:
- Aksi Nyata Tim Patroli Air Terpadu Jatim: Tim Patroli Air Terpadu Provinsi Jawa Timur memetakan titik krusial penurunan kualitas air, mengawasi ruang bantaran, dan mengambil sampel limbah langsung dari outlet 3 industri besar.
- Pendekatan Dua Jalur: Pengawasan lapangan dimaksimalkan dengan memecah personel menjadi 2 tim, yaitu tim air yang menyusuri sungai dan tim darat yang memeriksa kepatuhan di sepanjang bantaran.
- Langkah Persuasif Masa Depan: Sebagai persiapan menyambut Hari Lingkungan Hidup, DLH Jatim menjadwalkan agenda Dialog Lingkungan (Rembuk Industri) pada bulan Juni mendatang bersama sektor privat.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya
Berita Selengkapnya
Menyusuri Arus dari Perning
Sapapublik – Matahari belum terlalu tinggi pada Kamis, 21 Mei 2026, ketika Tim Patroli Air Terpadu Provinsi Jawa Timur bersiap di tepi sungai. Hari itu bukan sekadar hari kerja biasa bagi mereka. Ini adalah waktu bagi agenda rutin bulanan yang krusial: menjaga urat nadi perairan Jawa Timur dari ancaman pencemaran kronis dan penyalahgunaan ruang bantaran yang kian mengkhawatirkan.
Koordinator Garda Lingkungan, Didik Harimuko, yang turut dalam pergerakan hari itu dengan strategi yang matang. Demi efisiensi dan cakupan pengawasan yang maksimal, ia memecah kekuatannya menjadi 2 tim terpisah.
Tim pertama adalah tim air. Menggunakan perahu patoli, mereka bergerak membelah arus, memulai pelayaran langsung dari titik Perning, Kabupaten Mojokerto. Tugas mereka berat dan spesifik: memetakan langsung titik-titik krusial yang mengalami penurunan kualitas air serta berburu bukti pembuangan limbah komersial.
Uji Sampel di Tiga Gerbang Industri
Fokus utama tim air hari itu tertuju pada outlet pembuangan milik 3 perusahaan raksasa yang beroperasi di sepanjang aliran sungai: PT Adiprima Sura Printa, PT Daesang, dan PT Dayasa. Dengan cermat, petugas mengambil sampel air dari saluran pembuangan akhir ketiga industri besar tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan fisik awal yang dilakukan langsung oleh tim di lapangan, ada secercah kabar baik. Hasil sampel air dari ketiga industri tersebut dilaporkan tidak mengeluarkan bau menyengat. Kendati demikian, kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama demi memastikan regulasi lingkungan hidup dipatuhi tanpa celah oleh sektor privat.
Sinergi Darat dan Evaluasi dari Dalam
Sementara tim air berjibaku dengan air sungai dan botol sampel, tim kedua bergerak di jalur darat. Mereka berjalan menyusuri bantaran sungai untuk memantau efektivitas papan larangan yang telah terpasang sebelumnya. Penglihatan mereka tajam, menyisir setiap sudut guna mendeteksi keberadaan titik-titik timbunan sampah liar yang kerap merusak estetika dan kesehatan ekosistem sungai.
Dari patroli berkala ini, DLH Jatim tidak hanya membawa pulang sampel air, tetapi juga sejumlah catatan penting untuk pembenahan internal. Manajemen sekretariat tim patroli akan segera diperbaiki secara menyeluruh. Langkah konkretnya meliputi pengetatan prosedur pembuatan surat undangan, kewajiban mutlak membawa surat tugas bagi setiap peserta patroli, hingga penegasan kembali pembagian kewenangan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing anggotanya.
Menuju Dialog Lingkungan di Bulan Juni
Aksi turun ke sungai ini sejatinya merupakan jembatan menuju misi yang lebih besar. Setelah sebelumnya sukses merangkul masyarakat sekitar bantaran melalui program “Rembuk Lingkungan”, Tim Patroli Air Terpadu Jatim kini bersiap mengetuk pintu kesadaran para pelaku usaha.
Pada bulan Juni mendatang, sebuah agenda persuasif bertajuk “Dialog Lingkungan” atau “Rembuk Industri” telah dijadwalkan. Pertemuan ini dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus komunikasi intensif agar sektor privat dapat mengelola air limbahnya dengan jauh lebih serius.
Langkah maraton ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada bulan Juni mendatang. Melalui pendekatan yang humanis namun tetap tegas, Tim Patroli Air Terpadu Jatim ingin menegaskan satu pesan kuat yaitu kelestarian sungai adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan masyarakat domestik, industriawan, dan instansi pemerintahan secara setara.






