Inti Berita:
- Ajang Reuni Akbar: PWRI Unit Disnakertrans Jatim sukses menggelar Halal Bihalal dan Temu Kangen yang dihadiri anggota dari berbagai wilayah, mulai dari Banyuwangi hingga Solo.
- Kehadiran Tokoh Kunci: Tiga mantan Kepala Dinas (Hari Sugiri, Edi Purwinarto, dan Sukardo) turut hadir memberikan wejangan tentang kesehatan, pentingnya organisasi, dan bekal spiritual.
- Misi Penguatan Organisasi: Acara ini menegaskan peran PWRI sebagai wadah resmi dan identitas abadi bagi para purna tugas untuk tetap berinteraksi dan saling mendukung.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya
Berita Selengkapnya
Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Instruksi Hati
Surabaya, Sapapublik – Pagi itu di Surabaya, suasana hangat menyelimuti pertemuan para pensiunan yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Unit Disnakertrans Jawa Timur. Dengan tajuk “Guyub Rukun Selawase”, acara ini menjadi bukti bahwa pengabdian pada negara boleh berakhir, namun ikatan persaudaraan tidak mengenal kata pensiun
Ketua PWRI Unit Disnakertrans Jatim, Agus Anas, membuka acara dengan pesan yang menyentuh. Baginya, kehadiran rekan sejawat dari ujung timur Jember hingga wilayah barat di Solo bukanlah sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah “instruksi hati”. Ia menekankan bahwa silaturahmi ini adalah cara manusia menyempurnakan ibadah dengan saling memaafkan setelah menjalani bulan suci Ramadhan.
Tiga Mantan Kadis, Tiga Pesan Kehidupan
Momen yang paling dinantikan adalah saat tiga mantan Kepala Disnakertrans Jatim yaitu Hari Sugiri, Edi Purwinarto, dan Sukardo, dan mereka berdiri di atas panggung didampingi Kadis aktif saat ini, Sigit Priyanto. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri bagi para anggota yang hadir.
Hari Sugiri, dengan gaya santainya yang khas, memecah tawa hadirin. Pesannya sederhana namun mendalam: bahagia adalah kunci kesehatan. Ia berharap dukungan dinas tetap mengalir agar wadah berkumpul seperti ini terus terjaga.
Sementara itu, Edi Purwinarto memberikan perspektif organisatoris. Ia mengingatkan bahwa PWRI bukan sekadar perkumpulan biasa, melainkan identitas resmi yang menjaga martabat dan interaksi para abdi negara pasca-tugas.
Di sisi lain, Sukardo menutup rangkaian pesan dengan sentuhan religius. Ia mengingatkan bahwa nilai dari sebuah pertemuan fisik di usia senja tidak bisa diukur dengan materi. Silaturahmi ini, menurutnya, adalah bekal untuk saling mendoakan agar kelak semua mencapai akhir yang baik (husnul khotimah).
Merayakan Persaudaraan di Masa Purna
Kemeriahan acara tidak berhenti pada pidato saja. Semangat “sedulur selawase” makin terasa saat jargon-jargon semangat diteriakkan, diikuti dengan sesi bernyanyi bersama yang penuh tawa. Ketegangan masa kedinasan dulu seolah luntur, berganti dengan antusiasme saat pengundian doorprize dan makan bersama.
Melalui kegiatan ini, PWRI Disnakertrans Jatim membuktikan bahwa organisasi purna tugas memiliki peran vital. Bukan hanya sebagai tempat bernostalgia, tapi sebagai ekosistem pendukung agar para pensiunan tetap berdaya, sehat secara mental, dan tetap merasa menjadi bagian penting dari keluarga besar pemerintah provinsi.






