Inti Berita:
- Inovasi Gratis Dinsos Jatim: Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur meluncurkan “Omah Therapi-Ku”, layanan terapi gratis (wicara, fisik, dan okupasi) untuk anak usia 1-18 tahun dengan gangguan tumbuh kembang.
- Prioritas Masyarakat Kurang Mampu: Layanan ini dikhususkan bagi keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan akses kesehatan yang berkeadilan.
- Perluasan Masif ke 7 Titik: Tidak hanya di Sidoarjo, Dinsos Jatim akan memperluas jangkauan layanan ini secara serentak ke berbagai UPT di Malang, Pasuruan, Tuban, hingga Jombang.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya:
Menjemput Senyum di Balik Keterbatasan
Sidoarjo, Sapapublik – Bagi banyak orang tua, melihat buah hati tumbuh dan berkembang dengan sempurna adalah impian terbesar. Namun, ketika gangguan tumbuh kembang hadir, biaya terapi yang tinggi seringkali menjadi tembok besar yang menghalangi impian tersebut. Memahami beban ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim hadir membawa sebuah oase bernama Omah Therapi-Ku.
Inovasi ini bukan sekadar program rutin, melainkan bukti kehadiran negara dalam memberikan sentuhan kasih bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Bertempat di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (UPT PPSAB) Sidoarjo, gedung ini kini menjadi ruang harapan bagi anak-anak usia 1 hingga 18 tahun untuk mendapatkan hak layanan kesehatan yang setara.
Proses Cepat dan Berbasis Kasih Sayang
Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM, menjelaskan bahwa Omah Therapi-Ku dirancang untuk tidak membebani orang tua. Dengan administrasi singkat sekitar 30 menit, anak-anak bisa langsung menjalani skrining untuk menentukan jenis terapi yang dibutuhkan, baik itu fisioterapi, terapi okupasi, untuk motorik, maupun terapi wicara.
“Kami ingin setiap sesi selama 30 hingga 45 menit ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak. Tidak ada kesan kaku, yang ada adalah dukungan penuh untuk kemandirian mereka,” ungkap Novi dalam keterangannya pada Sabtu (11/4/2026).
Layanan ini dibuka setiap hari Rabu pukul 08.00 – 12.00 WIB, dengan syarat pendampingan orang tua atau wali untuk menjaga ikatan emosional selama terapi.
Membangun Jaring Kebaikan di Seluruh Jawa Timur
Dinsos Jatim menyadari bahwa kebutuhan akan terapi gratis ini sangatlah luas. Oleh karena itu, semangat Omah Therapi-Ku tidak akan berhenti di Sidoarjo saja. Langkah berani diambil dengan rencana launching serentak di tujuh titik UPT milik Dinsos Jatim lainnya.
Mulai dari Balai PRS PMKS Sidoarjo, UPT RSBN Malang, hingga UPT RSBD dan RSBRW di Pasuruan. Tak ketinggalan, anak-anak di Tuban (UPT RSBG) dan Jombang (UPT PSTW) juga akan segera merasakan manfaat dari layanan inklusif ini.
Melalui Omah Therapi-Ku, Dinsos Jatim tidak hanya sekadar memberikan pengobatan fisik, tetapi sedang merajut masa depan yang lebih cerah dan inklusif bagi anak-anak disabilitas di seluruh pelosok Jawa Timur.






