Grahadi Jadi Ruang Belajar SESPIMTI POLRI, Khofifah Beberkan Strategi di Balik Kejayaan Lumbung Pangan Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut kunjungan para perwira menengah (Kombes) dan perwira tinggi (Brigjen) Polri yang tergabung dalam Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026.

Inti Berita:

  • Sinergi Strategis Lintas Sektor: Keberhasilan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional bertumpu pada kolaborasi antara Pemprov dengan TNI-Polri, terutama dalam pemetaan luas tanam dan optimalisasi irigasi tersier.
  • Dominasi Produksi Nasional: Jatim mempertahankan posisi sebagai produsen padi dan beras terbesar nasional sejak 2020, menyumbang hampir 30% produksi jagung nasional, serta menguasai 51–52% produksi gula nasional.
  • Visi Swasembada & SDM: Melalui dukungan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari dan peningkatan kualitas pendidikan, Jatim memproyeksikan swasembada daging dalam 3 tahun serta mencetak siswa terbanyak yang diterima PTN selama 7 tahun berturut-turut.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Tak Sekedar Kunjungan, Tapi Berbagi Ilmu

Surabaya, Sapapublik – Gedung Negara Grahadi di Surabaya menjadi saksi pertemuan penting pada Selasa (14/4) malam. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut kunjungan para perwira menengah (Kombes) dan perwira tinggi (Brigjen) Polri yang tergabung dalam Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026.

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah sesi berbagi ilmu (best practice) mengenai tata kelola pemerintahan dan ketahanan pangan.

Resep Jatim Menjadi Penopang Logistik Nasional

Dalam paparannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa Jawa Timur bukan sekadar provinsi, melainkan “Gerbang Baru Nusantara”. Peran ini sangat vital karena hampir 80% kebutuhan logistik wilayah Indonesia Timur disuplai langsung dari Jawa Timur.

Di balik angka tersebut, ada strategi kolaborasi yang kuat. Khofifah mengungkapkan bahwa keterlibatan TNI dan Polri dalam memetakan luas tambah tanam serta memastikan saluran irigasi tersier terhubung dengan lahan pertanian menjadi kunci utama produktivitas di lapangan.

Dominasi Data dalam Sektor Pangan

Keberhasilan Jatim dibuktikan dengan statistik yang konsisten. Sejak tahun 2020, Jawa Timur secara berturut-turut memegang predikat sebagai provinsi dengan produksi padi dan beras terbesar di Indonesia. Tidak hanya beras, kontribusi Jatim terhadap produksi jagung nasional juga sangat signifikan, yakni menyentuh angka hampir 30%.

Di sektor manis, Jawa Timur saat ini menjadi tulang punggung nasional dengan menyumbang sekitar 51–52% dari total produksi gula nasional.

Ambisi Swasembada Daging dan Inovasi Peternakan

Khofifah juga memaparkan visi jangka pendek untuk sektor peternakan. Ia optimistis Indonesia bisa mencapai swasembada daging dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, asalkan pola yang diterapkan di Jatim diduplikasi di daerah lain. Salah satu pusat kekuatannya adalah Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) di Singosari, Malang.

Di fasilitas ini, inovasi genetika telah membuahkan hasil nyata. Melalui proses inseminasi buatan yang dipantau selama 9 bulan, sapi hasil persilangan rata-rata mampu mencapai bobot 600 kilogram dalam waktu hanya 2 tahun. Bahkan, di pusat peternakan seperti Malang dan Blitar, beberapa sapi perah telah mampu menghasilkan produksi susu hingga 50 liter per ekor setiap harinya.

Investasi Manusia: Juara PTN 7 Tahun Berturut-turut

Di luar urusan perut dan logistik, Gubernur Khofifah juga memamerkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Jawa Timur mencatatkan rekor membanggakan di bidang pendidikan, di mana selama 7 tahun berturut-turut, siswa SMA/SMK asal Jawa Timur menjadi yang paling banyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes, baik melalui jalur reguler maupun KIP Kuliah.

Ketua Rombongan PKDN SESPIMTI, Irjen Pol.

Jawari, mengakui bahwa Jawa Timur adalah lokasi laboratorium kepemimpinan yang ideal. Menurutnya, capaian signifikan Jatim di sektor pangan dan manajerial menjadi rujukan penting bagi para calon pimpinan tinggi Polri untuk mengimplementasikan kepemimpinan transformatif

yang relevan dengan tantangan masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *