Inti Berita:
- Evakuasi Jalur Estafet: Dua mahasiswa asal Jember dan Malang berhasil pulang dengan selamat melalui proses evakuasi berlapis melewati Azerbaijan hingga Turki akibat konflik bersenjata di Iran.
- Fasilitasi Penuh Pemprov: Gubernur Khofifah menjamin kepulangan mereka hingga ke kampung halaman melalui koordinasi dengan Badan Penghubung Daerah Jawa Timur.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya:
Surabaya, Sapapublik
Rasa syukur tak henti terucap dari Dian dan Muhammad Baghir saat menginjakkan kaki kembali di tanah air. Dua mahasiswa Jawa Timur yang masing-masing menempuh studi di Universitas Shiraz dan Universitas QOM, Iran, ini akhirnya bisa bernapas lega setelah melewati proses evakuasi yang menegangkan.
Ketegangan konflik bersenjata di Timur Tengah memaksa mereka meninggalkan bangku kuliah demi keselamatan nyawa. Dian menceritakan bahwa kepulangannya bukanlah perjalanan biasa.
Ia harus melewati jalur estafet yang melibatkan kerja sama antar-negara. Mulai dari perlindungan KBRI Teheran, bergerak menuju KBRI Azerbaijan, hingga akhirnya dijemput oleh pihak Konjen Turki sebelum difasilitasi Kementerian Luar Negeri untuk terbang ke Indonesia.
Sambutan Hangat Sang Gubernur
Setibanya di Jakarta pada Sabtu (14/3), kedua mahasiswa ini disambut hangat oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Kantor PP Muslimat NU. Khofifah menegaskan bahwa keselamatan warga Jawa Timur di zona konflik adalah prioritas utama pemerintah.
Ia mengapresiasi langkah cepat Kemenlu yang secara bertahap memulangkan WNI di tengah situasi yang tidak menentu.”Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan dua mahasiswa dari Jember dan Malang. Ini adalah tahap ketiga, dan malam ini direncanakan akan ada lagi yang tiba,” ujar Khofifah dengan nada penuh syukur.
Jaminan Hingga ke Pintu Rumah
Kepulangan mereka ke Indonesia tidak lantas membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur lepas tangan. Gubernur perempuan pertama di Jatim ini memastikan bahwa Dian dan Baghir tidak perlu bingung untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal.
Pemprov Jatim telah menugaskan Badan Penghubung Daerah untuk memfasilitasi seluruh akomodasi dan transportasi hingga mereka benar-benar sampai di depan pintu rumah masing-masing.
Bagi Baghir dan Dian, perhatian ini menjadi penawar letih setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer dari zona konflik. Kini, fokus utama mereka adalah berkumpul kembali bersama keluarga sembari menunggu situasi di Timur Tengah kembali kondusif untuk melanjutkan mimpi-mimpi akademik mereka.
Apresiasi mendalam pun datang dari Muhammad Baghir, mahasiswa Teknik Komputer asal Jember. “Terima kasih kepada Kemenlu dan Pemprov Jawa Timur, khususnya Ibu Khofifah, yang sudah memfasilitasi kami kembali ke daerah asal dengan selamat dibantu Badan Penghubung Jawa Timur,” ungkapnya.
Senada dengan Baghir, Dian pun merasa sangat diperhatikan oleh pimpinan daerahnya. “Beliau sangat peduli dengan mahasiswa Jawa Timur yang studi di Iran. Beliau memastikan supaya kami bisa pulang ke Malang dengan selamat,” tutup Dian.






