Inti Berita:
- Sinergi Strategis: UPT BLP2TK Surabaya resmi membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas Angkatan I 2026 di Singosari, Malang, sebagai langkah nyata menekan angka pengangguran di Jawa Timur.
- Efisiensi Operasional: Pelatihan ini membekali pelaku usaha dengan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan profitabilitas perusahaan.
- Cakupan Luas: Diikuti oleh perwakilan perusahaan dari berbagai wilayah di Jawa Timur, mulai dari Surabaya, Malang Raya, hingga Trenggalek dan Jombang.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya:
Membangun Ekonomi Jatim dari Meja Produksi
Surabaya, Sapapublik – Di tengah dinamika ekonomi yang bergerak serba cepat, produktivitas bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan napas utama bagi keberlangsungan sebuah usaha.
Menyadari hal tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur melalui UPT Balai Latihan Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja (BLP2TK) Surabaya mengambil langkah proaktif.
Pada Selasa (14/4/2026), suasana di UPT BLK Singosari, Malang, tampak berbeda. Para peserta yang datang dari berbagai penjuru Jawa Timur yang dimulai dari hiruk pikuk industri di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, hingga perwakilan dari Kediri, Blitar, dan Trenggale, kini mereka berkumpul dengan satu tujuan yaitu membedah strategi penguatan daya saing perusahaan.
Misi Besar di Balik Efisiensi
Mewakili Kadisnakertrans Jatim Sigit Priyanto yang berhalangan hadir, Kepala UPT BLP2TK Surabaya Subiyani menekankan bahwa peningkatan produktivitas adalah kunci untuk bertahan di era perubahan.
Namun, targetnya lebih besar dari sekadar keuntungan perusahaan. Ada visi “Jawa Timur Unggul” yang ingin dicapai, di mana perusahaan yang sehat dan efisien diharapkan mampu memperluas lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
“Jika bisnis dikelola secara efisien, profit meningkat, maka peluang investasi dan perluasan lapangan kerja akan semakin besar. Ujungnya, kita bersama-sama menurunkan tingkat pengangguran di Jawa Timur,” ungkapnya dalam seremoni pembukaan tersebut.
Bukan Sekadar Teori, Tapi Solusi Konkret
Selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 April 2026, para peserta tidak hanya duduk mendengarkan ceramah. Mereka dibekali dengan berbagai alat (tools), teknik, dan metode praktis yang dapat langsung diterapkan untuk memecahkan masalah di lantai produksi maupun manajemen kantor masing-masing.
Pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang diajarkan diharapkan mampu memangkas biaya operasional yang tidak perlu. Dengan begitu, perusahaan di Jawa Timur tidak hanya mampu bersaing di level regional, tapi juga nasional.
Semangat Gotong Royong Menuju Masa Depan
Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong antara pemerintah dan sektor swasta. Dengan dibukanya Angkatan I Tahun 2026 ini, diharapkan lahir para “pejuang produktivitas” baru yang membawa perubahan positif bagi kompetensi pribadi maupun kinerja organisasi.
Pelatihan ini secara resmi dimulai dengan harapan besar agar setiap ilmu yang diserap menjadi modal kuat bagi Jawa Timur yang lebih sejahtera dan berdaya saing tinggi.






