Khofifah Resmikan Gedung “Gus Dur” RSU Muslimat Ponorogo: Simbol 40 Tahun Pengabdian Kesehatan yang Inklusif

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) RSU Muslimat Ponorogo,

.Inti Berita:

Modernisasi Layanan: Peresmian Gedung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) setinggi tujuh lantai menandai transformasi RSU Muslimat Ponorogo menjadi fasilitas kesehatan modern yang tetap berbasis nilai keumatan.

Bacaan Lainnya

Sinergi Tokoh Bangsa: Peresmian ini dihadiri oleh Rais ‘Aam PBNU, Menteri Sosial, serta Menteri PPPA, menunjukkan kuatnya dukungan nasional terhadap penguatan layanan kesehatan inklusif di daerah.

Pesan Kemanusiaan: Selain peningkatan fasilitas medis, momentum ini membawa misi kemanusiaan dan perdamaian global, serta komitmen memperkuat peran perempuan dalam pembangunan SDM sesuai Asta Cita.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Berita Selengkapnya:

40 Tahun Melayani, Kini Semakin Modern

Ponorogo, Sapapublik – Perjalanan empat dekade bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah institusi kesehatan. RSU Muslimat Ponorogo telah membuktikan konsistensinya dalam melayani masyarakat.

Tepat pada Minggu lalu (4/4/2026), tonggak sejarah baru ditancapkan. Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi membuka pintu Gedung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kehadiran gedung tujuh lantai ini bukan sekadar menambah megahnya arsitektur kota, melainkan simbol transformasi. RSU Muslimat Ponorogo kini bersiap naik kelas menjadi pusat layanan kesehatan yang profesional, kredibel, dan berdaya saing tinggi tanpa menanggalkan jati dirinya sebagai lembaga berbasis keumatan.

Menghidupkan Semangat Gus Dur dalam Pelayanan

Pemilihan nama “Gus Dur” untuk gedung baru ini bukanlah tanpa alasan. Menurut Khofifah, sosok Gus Dur adalah personifikasi dari kemanusiaan, toleransi, dan keberpihakan pada rakyat kecil.

“Semangat Gus Dur harus hadir dalam setiap denyut layanan kesehatan di sini. Layanan harus inklusif, menghormati semua golongan, serta memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat,” ujar Khofifah penuh penekanan.

Harapannya, setiap pasien yang datang selalu mendapatkan layanan tanpa memandang latar belakang, dan mereka yang menjadi pasien tetap akan mendapatkan sentuhan layanan yang humanis dan adil.

Kolaborasi Lintas Sektor: Dari Ambulans hingga Pesan Perdamaian

Peresmian ini menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi. Dukungan mengalir dari berbagai pihak, mulai dari tokoh-tokoh NU seperti Prof. Mohammad Nuh dan KH. Miftachul Akhyar, hingga sektor perbankan dan lembaga sosial.

Berbagai bantuan seperti unit ambulans dari Bank Mega Syariah dan LAZISNU, hingga fasilitas kenyamanan pasien dari Bank Jatim, diserahkan untuk memastikan operasional rumah sakit berjalan prima.

Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, yang turut hadir juga menggarisbawahi bahwa penguatan fasilitas ini sejalan dengan visi pemerintah dalam Asta Cita, khususnya terkait penguatan sumber daya manusia dan kesetaraan gender.

Dari Ponorogo untuk Dunia

Menariknya, acara ini tidak hanya bicara soal medis. Dari atas panggung peresmian, Khofifah menyelipkan pesan perdamaian yang kuat untuk dunia internasional. Ia mengajak perempuan dan ibu-ibu di seluruh dunia untuk bersatu menyuarakan penghentian konflik global.

“Dari RSU Muslimat NU Ponorogo ini, kita menyerukan kepada PBB: hentikan perang, mari bangun kedamaian,” pungkasnya.

Dengan gedung baru ini, RSU Muslimat Ponorogo kini menatap masa depan sebagai center of excellence, khususnya untuk layanan ibu, anak, hingga layanan infertilitas yang diharapkan menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *