Geliat Edukasi Bencana di Tenpina, BPBD Jatim Kembali Sambut Ratusan Siswa Usai Libur Panjang

Kunjungan edukasi bencana di area Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim yang sempat menurun, karena libur puasa dan lebaran, kini mulai semarak lagi.

Inti Berita:

  • Aktivitas Kembali Normal: Layanan edukasi di Taman Edukasi Bencana (Tenpina) BPBD Jatim kembali beroperasi penuh setelah sempat melandai selama bulan Ramadan dan libur Lebaran.
  • Target Kelompok Rentan: Kunjungan diawali oleh puluhan siswa TK dan KB dari Sidoarjo sebagai upaya BPBD Jatim memprioritaskan peningkatan kapasitas mitigasi bagi anak-anak sejak dini.
  • Metode Pembelajaran Lengkap: Siswa mendapatkan edukasi melalui simulasi gempa di mobil Mosipena, pengenalan satwa di Mini Zoo, hingga literasi kebencanaan melalui teknik mendongeng.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Momentum Kebangkitan Literasi Bencana

Surabaya, Sapapublik – Setelah masa jeda selama libur puasa dan Lebaran, koridor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kembali dipadati oleh wajah-wajah antusias generasi muda.

Pekan ini menjadi titik awal semaraknya kembali kunjungan edukasi di area Taman Edukasi Bencana (Tenpina). Mengawali aktivitasnya, BPBD Jatim menyambut kehadiran siswa dari TK Al-Fajar Sedati dan KB-TK Anak Sholeh Sukodono, Sidoarjo.

Kehadiran setidaknya 80 siswa bersama para guru pendamping ini menandai komitmen lembaga dalam menjaga keberlanjutan program edukasi kebencanaan bagi masyarakat, khususnya kelompok usia dini yang masuk dalam kategori kelompok rentan.

Integrasi Fasilitas, Dari Simulasi Hingga Taman Baca

Proses pembelajaran di Tenpina dirancang sedemikian rupa agar materi yang berat menjadi mudah dicerna. Dimulai dari aula utama, para fasilitator memperkenalkan ragam potensi bencana di wilayah Jawa Timur.

Salah satu instrumen unggulan yang menarik perhatian adalah Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena). Di sini, para siswa tidak hanya menonton, tetapi merasakan langsung simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami yang aman dan terukur.

Tak hanya aspek teknis, BPBD Jatim juga menyentuh aspek psikologis dan literasi melalui Taman Baca Tangguh. Di lokasi ini, materi kebencanaan disampaikan dengan cara yang lebih santai melalui storytelling atau mendongeng, dilengkapi dengan kunjungan ke area Mini Zoo untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Harapan untuk Kapasitas Masyarakat

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, yang mewakili Kalaksa BPBD Jatim, menyampaikan rasa syukur atas kembali normalnya intensitas kunjungan ini.

Menurutnya, kunjungan edukatif ini merupakan investasi jangka panjang untuk mengurangi dampak risiko bencana di masa depan melalui peningkatan kapasitas individu sejak bangku sekolah.

Apresiasi juga datang dari pihak sekolah. Ida Rislina, Kepala Sekolah KB-TK Anak Sholeh, mengungkapkan bahwa simulasi langsung melalui simulator gempa sangat membantu anak didiknya memahami langkah penyelamatan diri yang sebenarnya, sebuah pengalaman yang sulit didapatkan hanya melalui teori di dalam kelas.

Berdasarkan data Tim Tenpina, tren positif ini diprediksi akan terus berlanjut. Tercatat sudah ada 13 sekolah dan komunitas pendidikan yang mengonfirmasi kehadiran mereka sepanjang bulan April ini untuk belajar menjadi pribadi yang lebih tangguh menghadapi bencana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *