Inti Berita:
- 4.000 warga Jawa Timur diberangkatkan mudik gratis dengan 100 bus ke 20 kota/kabupaten.
- Total program mudik gratis 2026 menjangkau 9.230 pemudik melalui jalur darat dan laut.
- Program ini menekan angka kecelakaan sekaligus meringankan biaya perjalanan masyarakat.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya
Surabaya, Sapapublik
Pagi itu di hari Kamis (19/3/2026), di Surabaya, suasana berbeda terasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur. Ratusan orang berkumpul, membawa harapan yang sama: pulang ke kampung halaman dengan aman dan tenang menjelang Idul Fitri
Di tengah suasana tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara langsung melepas keberangkatan 4.000 pemudik dalam program Mudik Gratis 2026. Bagi banyak warga, ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan momen untuk kembali merajut silaturahmi dengan keluarga.
Mudik Bukan Sekadar Perjalanan
Khofifah menegaskan bahwa mudik adalah tradisi penting bangsa Indonesia. Lebih dari sekadar pulang, mudik menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan menjaga nilai gotong royong yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Program mudik gratis ini sendiri bukan hanya soal fasilitas transportasi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur merancangnya sebagai solusi nyata untuk dua hal besar yaitu keselamatan dan ekonomi.
Ribuan Warga Terfasilitasi Berbagai Moda Transportasi
Tahun ini, total sebanyak 9.230 orang difasilitasi melalui berbagai moda transportasi. Rinciannya, 2.230 pemudik telah lebih dulu diberangkatkan dari Jakarta ke Surabaya, sementara ribuan lainnya menyusul dari berbagai titik di Jawa Timur.
Tak hanya jalur darat, jalur laut juga dimanfaatkan dengan mengangkut sekitar 3.000 penumpang menuju wilayah kepulauan seperti Raas dan Sapudi.
Teknologi GPS, Keluarga Bisa Pantau Perjalanan
Menariknya, ada inovasi baru yang dihadirkan. Seluruh bus kini dilengkapi GPS yang terhubung dengan aplikasi Transjatim Ajaib. Teknologi ini memungkinkan keluarga di rumah memantau posisi perjalanan secara real-time, memberikan rasa tenang bagi mereka yang menunggu.
Upaya Nyata Tekan Kecelakaan, Raih Rekor Nasional
Perhatian terhadap keselamatan juga diperkuat melalui pembangunan infrastruktur pendukung. Atas upaya ini, Khofifah menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai pemrakarsa pembangunan palang pintu dan pos jaga kereta api terbanyak, yakni 132 titik di seluruh Jawa Timur.
Motor Ikut Diangkut, Risiko Kecelakaan Ditekan
Untuk mengurangi risiko kecelakaan dari kendaraan roda dua, Pemprov Jatim juga mengangkut 122 sepeda motor menggunakan truk ke berbagai daerah tujuan seperti Banyuwangi, Jember, hingga Madiun.
Langkah ini diambil berdasarkan data kecelakaan tahun sebelumnya yang masih didominasi oleh pengguna sepeda motor.
Mudik Lebih Ringan, Lebaran Lebih Tenang
Program ini menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat. Dengan biaya perjalanan yang ditanggung, warga dapat mengalokasikan pengeluaran mereka untuk kebutuhan lain selama Lebaran.
Di akhir acara, Khofifah mengingatkan pentingnya keselamatan dengan prinsip “4S” yaitu siap kendaraan, siap pengemudi, siap aturan, dan siap doa. Bagi para pemudik, perjalanan ini bukan hanya tentang jarak. Ini adalah perjalanan pulang yang penuh makna dan lebih aman, lebih ringan, dan lebih membahagiakan.






