Inti Berita:
- Dinsos Jatim mengawal pemulangan dua warga Jawa Tengah yang terlantar di Jatim dan menjemput satu warga Surabaya yang sempat terjaring razia di Boyolali.
- Proses ini melibatkan koordinasi lintas provinsi guna memastikan setiap warga mendapatkan perawatan medis, rehabilitasi mental, hingga proses reunifikasi keluarga yang aman.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya:
Surabaya, Sapapublik
Nasib malang di perantauan bisa menimpa siapa saja, namun negara hadir untuk memastikan tak ada warga yang benar-benar tersesat tanpa jalan pulang. Pada Jumat (13/3/2026), Dinas Sosial (Dinsos) Jatim membuktikan komitmen tersebut dengan melakukan operasi kemanusiaan lintas batas.
Yaitu dengan memulangkan dua warga Jawa Tengah dan menjemput satu warga Surabaya yang terlantar. Langkah ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk perlindungan nyata bagi mereka yang kehilangan arah.
Kisah Perjuangan Pulang, Dari Kecelakaan hingga Depresi
Dua cerita menyentuh mengiringi proses pemulangan ini. Pertama, seorang warga Surakarta yang mengalami kecelakaan tragis di Lamongan setelah terjatuh dari truk yang ditumpanginya.
Akibat patah tulang kaki dan guncangan mental, ia harus menjalani perawatan intensif di RSNU Lamongan hingga dirujuk ke RSUD Menur Surabaya. Setelah sepekan dirawat, ia akhirnya dinyatakan stabil untuk kembali ke pelukan keluarga.
Kisah kedua datang dari seorang perantau asal Boyolali yang sempat bekerja di warung kopi kawasan Kembang Kuning, Surabaya. Kehilangan pekerjaan membuatnya terperosok dalam depresi hingga terjaring razia Satpol PP.
Melalui proses rehabilitasi panjang di Liponsos Surabaya dan UPT RSBKW Kediri, kondisinya kini telah pulih dan siap menata hidup baru di daerah asalnya.
Misi Penjemputan di Boyolali
Di hari yang sama, tim Dinsos Jatim juga meluncur ke Boyolali untuk menjemput seorang warga Surabaya. Pria tersebut ditemukan dalam kondisi linglung tanpa identitas setelah pengaruh minuman keras.
Berkat pelacakan data Dispendukcapil, identitas aslinya terungkap sebagai warga Kota Pahlawan. Karena saat ini ia tidak memiliki keluarga yang bisa menerima kepulangannya, Dinsos Jatim memastikan ia akan mendapatkan pendampingan sosial lanjutan di Liponsos Kota Surabaya setibanya di Jawa Timur.
Komitmen Pelayanan Tanpa Batas Wilayah
Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM, menegaskan bahwa penanganan warga terlantar lintas daerah memerlukan koordinasi yang sangat intensif. Menurutnya, setiap warga yang mengalami masalah sosial tetap menjadi tanggung jawab negara untuk mendapatkan pelayanan yang layak.
Melalui tahapan asesmen yang ketat dan kerja sama antar pemerintah daerah, Dinsos Jatim memastikan setiap warga yang rentan tidak kembali terlantar dan tetap mendapatkan perlindungan sosial yang berkelanjutan di tempat asal mereka






