Surabaya, Sapapublik
Jarum jam baru menunjukkan pukul 01.00 WIB, Minggu (8/3/2026), namun pelataran Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani sudah berdenyut kencang. Ratusan warga rela terjaga di tengah malam demi memenangkan fenomena yang kini populer disebut sebagai “War Ticket” (perang tiket) Mudik Gratis Jatim 2026.
Antusiasme ini menjadi potret nyata tingginya kerinduan warga untuk pulang ke kampung halaman secara aman dan terorganisir. Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak sekadar memindahkan massa, melainkan mengusung misi penghormatan terhadap martabat pemudik.
Strategi Pelayanan: Cepat dan Transparan
Kepala Dishub Jatim, Nyono, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan perjalanan yang tertib. Untuk memangkas antrean panjang dan memastikan transparansi, Dishub mengerahkan 12 meja pendaftaran sekaligus untuk memverifikasi data penumpang.
“Tugas kami adalah memberikan pelayanan terbaik. Saya mewanti-wanti seluruh petugas untuk sabar menghadapi harapan masyarakat yang sangat tinggi,” ujar Nyono.
Melalui sistem pendaftaran online dan offline, pemerintah mengalokasikan kuota untuk 7.000 penumpang. Dari jumlah tersebut, 4.000 kursi tersedia untuk angkutan darat menggunakan 100 armada bus, sementara 3.000 kursi lainnya dialokasikan untuk jalur laut melalui 12 jadwal pelayaran.
“Motor Pulang, Pengendara Tenang”
Salah satu terobosan krusial tahun ini adalah penyediaan layanan pengiriman gratis untuk 200 unit sepeda motor menggunakan truk khusus. Langkah ini diambil untuk menekan angka kecelakaan akibat kelelahan berkendara jarak jauh.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq, menjelaskan bahwa fasilitas ini memungkinkan pemudik tetap bisa berkendara ( belediran) di desa dengan aman tanpa harus menempuh perjalanan jauh yang melelahkan.
Namun, ia tetap memberikan pesan mendalam dari Kepala Dishub Jatim bagi para pemudik. “Kami ingatkan agar tetap hati-hati saat sudah sampai di kampung. Jangan sampai karena saking senangnya bertemu keluarga, masyarakat jadi teledor dan kecelakaan justru terjadi di depan rumah sendiri,” pesannya didampingi Kepala Bidang Prasarana, Mulyono.
Jangkauan Rute dan Detail Keberangkatan
Pemprov Jatim memetakan 17 trayek bus yang menjangkau 20 kabupaten/kota, mulai dari ujung barat di Magetan dan Pacitan, hingga ujung timur di Banyuwangi dan Sumenep. Sementara untuk jalur laut, kapal akan melayani rute dari Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Raas dan Pulau Sapudi.
Sebelumnya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa mudik memiliki makna penting untuk mempererat hubungan keluarga. Oleh karena itu, manajemen armada kini tampil lebih modern. Setiap bus menggunakan sistem kode kursi yang jelas untuk menghindari aksi saling sikut. Penumpang di atas usia 4 tahun dipastikan mendapat kursi sendiri, sedangkan balita tetap berada dalam pangkuan orang tua.
Agenda Penting Pemudik:
- Puncak Keberangkatan Bus: 19 Maret 2026, pukul 08.00 WIB di Kantor Dishub Jatim. (Pemudik diimbau datang pukul 06.00 WIB untuk proses muat bagasi).
- Pelayaran Menuju Raas: 8, 12, 15, dan 17 Maret 2026.
- Pelayaran Menuju Sapudi: 11 dan 16 Maret 2026.
Program Mudik Gratis 2026 ini bukan sekadar bantuan transportasi, melainkan solusi efektif negara untuk mengurangi kepadatan lalu lintas tahunan sekaligus memastikan warga Jawa Timur pulang dengan senyum dan rasa aman.






