Relawan dan Dapur Umum Jaga Semangat Jamaah di Peringatan 1 Abad NU

Kadinsos Jatim Restu Novi Widiani saat meninjau Dapur Umum Tagana Jatim.

Malang, Sapapublik

Lautan manusia memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, dalam gelaran Mujahadah Kubro Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (8/2/2026). Di tengah khidmatnya lantunan doa dan dzikir, ada satu hal penting yang tak kalah terasa: kehadiran layanan sosial yang menjaga kenyamanan puluhan ribu jamaah.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menjadi salah satu pihak yang mengambil peran strategis dalam menyukseskan kegiatan akbar tersebut. Melalui Dinas Sosial Jatim, ratusan relawan diterjunkan untuk memastikan kebutuhan dasar jamaah dapat terpenuhi selama acara berlangsung.

Sebanyak 170 personel relawan sosial disiagakan di berbagai titik kegiatan. Mereka terdiri dari 85 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana), 15 anggota Pelopor Perdamaian (Pordam), serta 70 anggota Jatim Social Care (JSC). Para relawan inilah yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan logistik dan pendampingan jamaah.

Kepala Dinas Sosial Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM, menjelaskan bahwa dukungan Pemprov Jatim merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kegiatan keagamaan berskala besar.

“Kami ingin jamaah dapat mengikuti rangkaian Mujahadah Kubro dengan tenang dan nyaman. Karena itu Pemprov Jatim menyiapkan relawan sosial, dapur umum, dan dapur air untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Ribuan Porsi Makanan Siap Saji

Salah satu bentuk dukungan paling terasa adalah penyediaan konsumsi gratis bagi jamaah. Pemprov Jatim mendirikan dapur umum di dua lokasi, yakni di BPSDM Jatim Kota Malang dan Bakorwil Malang.

Di lokasi BPSDM, disiapkan 2.000 porsi makanan selama dua hari kegiatan. Sementara di Bakorwil Malang, dapur umum menyiapkan hingga 20.000 porsi. Total keseluruhan mencapai 22.000 porsi makanan yang didistribusikan kepada jamaah.

Tak hanya makanan berat, layanan Dapur Air juga dihadirkan di delapan titik strategis. Setiap titik menyediakan 5.000 mie cup, sehingga selama dua hari tersedia 40.000 cup mie instan bagi jamaah.

Selain itu, jamaah juga dapat menikmati minuman hangat seperti kopi dan teh, es buah, es teh, serta biskuit yang disediakan secara cuma-cuma.

Motor Trail Bantu Distribusi Cepat

Mengelola konsumsi untuk puluhan ribu jamaah tentu bukan perkara mudah. Untuk mempercepat distribusi, Pemprov Jatim mengerahkan 16 unit motor trail yang bertugas menyalurkan makanan ke enam titik drop point utama.

Kendaraan ini sangat membantu, terutama di area yang sulit dijangkau mobil akibat kepadatan massa.

“Kami menyesuaikan distribusi dengan kondisi lapangan. Relawan terus bergerak agar kebutuhan jamaah di setiap titik bisa terpenuhi dengan cepat dan tepat,” jelas Novi.

Perhatian Khusus bagi Lansia

Di tengah keramaian kegiatan, Pemprov Jatim juga memberikan perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia dan jamaah berkebutuhan khusus. Sejumlah alat bantu mobilitas disediakan agar mereka tetap dapat mengikuti rangkaian mujahadah dengan aman dan nyaman.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pelayanan sosial yang diberikan tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.

Sinergi untuk Khidmat Kebersamaan

Kehadiran relawan, dapur umum, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya membuat suasana Mujahadah Kubro semakin terasa hangat dan penuh kebersamaan. Banyak jamaah mengaku terbantu dengan layanan yang disediakan Pemprov Jatim.

Dukungan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan peringatan 1 Abad NU. Di balik megahnya acara, ada kerja keras para relawan yang memastikan setiap jamaah dapat beribadah dengan tenang.

Dengan pelayanan sosial yang optimal, Mujahadah Kubro di Kota Malang pun berlangsung lancar, khidmat, dan penuh keberkahan—menjadi momen bersejarah yang akan terus dikenang oleh Nahdliyin dari berbagai penjuru negeri.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *