Di Usia 93 Tahun, Mbah Sumarni Masih Menjadi Sandaran Keluarga

Dinas Sosial (Dinsos) Jatim memberikan bantuan alat bantu mobilitas berupa kursi roda standar dan walker kepada keluarga Mbah Sumarni, lansia berusia 93 tahun yang masih merawat adiknya yang juga lanjut usia serta anaknya yang mengalami kelumpuhan, di Kabupaten Blitar, Selasa (11/8/2026).

Rangkuman

  • Di usia 93 tahun, Mbah Sumarni tetap merawat adik dan anaknya yang memiliki keterbatasan fisik.
  • Dinsos Jatim menyalurkan kursi roda dan walker untuk membantu mobilitas Mbah Suprihatin sekaligus meringankan beban Mbah Sumarni.
  • Di tengah keterbatasan ekonomi, Mbah Sumarni memanfaatkan bantuan sosial untuk kebutuhan keluarga dan membeli anak kambing sebagai sumber penghidupan.

 

Bacaan Lainnya

Sapapublik – Usianya telah 93 tahun. Rambutnya memutih, langkahnya tak lagi sekuat dulu, dan tubuhnya tentu tak lagi muda. Namun, bagi Mbah Sumarni, usia bukan alasan untuk berhenti merawat keluarganya.

Di rumah sederhana di Kabupaten Blitar itu, Mbah Sumarni hidup bersama adiknya, Mbah Suprihatin, dan anaknya, Heri Eko Supoyo. Keduanya sama-sama memiliki keterbatasan fisik sehingga masih membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Mbah Suprihatin mengalami polio sejak kecil. Kondisi tersebut membuat mobilitasnya terbatas. Sementara Heri Eko Supoyo mengalami kelumpuhan setelah terjatuh dari pohon rambutan.

Di tengah kondisi itu, Mbah Sumarni tetap menjalankan perannya sebagai orang yang merawat dan mendampingi keduanya. Membantu aktivitas sehari-hari hingga memenuhi kebutuhan mereka dilakukan sebisanya, meski dirinya sendiri telah memasuki usia senja.

“Selama masih kuat, saya tetap merawat mereka,” ujar Mbah Sumarni.

Kalimat sederhana itu menggambarkan bagaimana tanggung jawab keluarga masih ia pikul di usia yang bagi sebagian orang sudah menjadi waktu untuk beristirahat. Bagi Mbah Sumarni, merawat adik dan anaknya telah menjadi bagian dari keseharian yang dijalani tanpa banyak mengeluh.

Kondisi keluarga tersebut kemudian mendapat perhatian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Melalui Dinas Sosial Jatim, bantuan alat bantu mobilitas berupa kursi roda standar dan walker disalurkan kepada Mbah Suprihatin melalui Jatim Social Care (JSC), Selasa (11/8/2026).

Kepala Dinsos Jatim Dra Restu Novi Widiani MM mengatakan, bantuan diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan Mbah Suprihatin. Kursi roda dan walker diharapkan dapat membuat aktivitas penerima bantuan menjadi lebih mudah sekaligus meringankan beban Mbah Sumarni dalam mendampingi adiknya.

“Bantuan ini kami berikan sesuai dengan kebutuhan Mbah Suprihatin. Harapannya, kursi roda dan walker ini bisa membantu beliau lebih mudah dalam beraktivitas sehari-hari serta memberikan kenyamanan dalam menjalani aktivitas di rumah,” kata Novi.

Perhatian pemerintah juga tidak berhenti pada bantuan alat mobilitas. Untuk menopang kebutuhan keluarga, Mbah Sumarni selama ini menerima PKH Plus dari Pemprov Jatim sebesar Rp500 ribu setiap triwulan. Keluarga tersebut juga mendapat PKH Reguler, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan permakanan, serta kepesertaan PBI JKN.

Bagi Mbah Sumarni, bantuan yang diterima bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Sebagian uang PKH Plus bahkan ia gunakan membeli anak kambing sebagai upaya menambah sumber penghidupan keluarga.

“Bantuannya dibuat beli anak kambing, selain itu juga buat kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Kini, kursi roda dan walker menjadi tambahan penopang bagi Mbah Suprihatin untuk bergerak lebih mudah. Bagi Mbah Sumarni, bantuan itu sekaligus sedikit meringankan tugas yang selama ini ia jalani.

Di usia 93 tahun, ketika banyak orang seusianya mungkin telah sepenuhnya bergantung kepada keluarga, Mbah Sumarni justru masih menjadi tempat bergantung bagi orang-orang yang dicintainya.

Tubuhnya memang tak lagi muda. Namun, kasih sayang dan rasa tanggung jawab membuatnya tetap bertahan. Selama masih memiliki tenaga, Mbah Sumarni memilih untuk tetap berada di sisi adik dan anaknya. *

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *