Wagub Emil Dorong SPPG Serap Telur Peternak Rakyat, Harga Harus Beri Keuntungan

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat diwawancara awak media usai rapat bersama Mentan RI

Rangkuman

  • Emil–Amran dorong SPPG menyerap telur peternak rakyat melalui MBG dengan harga yang menguntungkan.
  • Konsumsi telur dalam MBG didorong meningkat hingga tiga kali seminggu untuk memperkuat penyerapan.
  • Pemerintah menekan biaya pakan agar harga telur dan kesejahteraan peternak rakyat terjaga

 

Bacaan Lainnya

Sapapublik – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman mendorong penyerapan telur produksi peternak rakyat, khususnya di Jawa Timur, melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah ingin memastikan program tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan peternak.

Hal itu disampaikan Emil seusai Rapat Koordinasi Perunggasan di Graha Pusvetma Surabaya, Selasa (11/8). Menurutnya, pemerintah harus memastikan produksi telur peternak rakyat terserap dengan harga yang memberikan keuntungan dan menjaga keberlanjutan usaha peternakan.

Emil mengatakan, penyerapan telur untuk kebutuhan MBG idealnya dilakukan melalui asosiasi atau koperasi peternak. Dengan pola tersebut, harga yang telah disepakati dapat langsung dirasakan peternak tanpa terlalu banyak melewati mata rantai perantara.

“Fokus kami adalah memastikan telur dari peternak ini terserap. Yang kami harapkan adalah ada konsekuensi apabila SPPG tidak melakukan penyerapan sesuai dengan instruksi Kepala BGN maka ada kebijakan yang dilakukan sesuai mekanisme internal,” ujar Emil.

Ia menilai, komitmen penyerapan telur perlu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, apabila SPPG dapat dikenai suspensi karena persoalan keamanan pangan, tidak memenuhi standar, maupun persyaratan lainnya, maka persoalan penyerapan produk peternak juga perlu memiliki konsekuensi yang jelas.

“Kalau SPPG bisa disuspensi karena ada persoalan keamanan pangan atau tidak memenuhi standar, maka menurut kami komitmen penyerapan telur peternak juga harus memiliki konsekuensi. Tetapi untuk tata kelola internal BGN, kita menghormati keputusan pemerintah pusat karena itu di luar ranah pemerintah daerah,” terangnya.

Emil menegaskan, pemerintah tidak ingin telur peternak rakyat dibeli melalui jalur yang justru membuat harga di tingkat peternak tidak menguntungkan. Karena itu, pembelian melalui koperasi maupun asosiasi peternak dinilai penting agar manfaat program MBG dapat dirasakan langsung oleh produsen.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman mengatakan pemerintah berkomitmen melindungi keberlangsungan usaha peternak rakyat melalui penguatan penyerapan telur. Komitmen tersebut disampaikan setelah pemerintah menerima aspirasi peternak mengenai kondisi usaha dan harga telur yang membutuhkan perhatian serius.

“Alhamdulillah, hari ini sudah sepakat. Harga telur insyaallah kita jaga di tingkat SPPG. Kalau konsumsi yang sebelumnya satu kali per minggu bisa ditingkatkan menjadi dua kali bahkan tiga kali, tentu ini akan sangat membantu penyerapan telur dari peternak,” ujar Amran.

Menurut Amran, peningkatan konsumsi telur dalam program MBG menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas penyerapan hasil produksi peternak. Dengan meningkatnya kebutuhan telur di SPPG, diharapkan pasar bagi peternak rakyat semakin terjamin sekaligus membantu menjaga harga di tingkat produsen.

Selain penyerapan telur, Emil menyebut pemerintah juga perlu menjaga biaya produksi agar tidak semakin membebani peternak. Salah satu langkah yang didorong yakni keberlanjutan program stabilisasi pasokan dan harga jagung untuk pakan melalui SPHP, termasuk penyalurannya oleh Bulog.

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap harga bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) yang menjadi salah satu bahan baku pakan dan masih bergantung pada impor. Menteri Pertanian memastikan importir yang memegang izin tidak menjual SBM dengan harga tinggi kepada peternak, sementara produsen pakan juga telah menyampaikan komitmen untuk tidak menaikkan harga.

“Kalau harga pakan ternak tidak naik, sementara harga pembelian telur kita jaga, termasuk melalui program MBG, mudah-mudahan harga di tingkat peternak akan membaik,” harap Emil.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *