Surabaya, Sapapublik
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa Provinsi Jawa Timur tetap memegang peranan krusial sebagai mesin utama penggerak ekonomi Indonesia. Hal tersebut disampaikan Emil saat menghadiri pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim periode 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Minggu (1/2/2026).
Emil mengungkapkan bahwa Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar seperenam dari total perekonomian nasional. Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, sektor manufaktur menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi mencapai 31,16% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan III-2025.
“Ekonomi kita tahun lalu tumbuh 5,2 persen. Pencapaian ini bukan terjadi secara alami, melainkan hasil sinergi konsisten antara pemerintah daerah dan pelaku usaha,” ujar Emil Dardak dalam sambutannya.
Peran Strategis Kadin Jatim
Dalam kesempatan tersebut, Emil menekankan pentingnya peran Kadin Jatim sebagai mitra strategis pemerintah. Salah satu keberhasilan nyata kolaborasi ini terlihat dari kesuksesan agenda Misi Dagang yang rutin digelar ke berbagai wilayah di Indonesia.
Emil mencatat, transaksi dalam program Misi Dagang tersebut seringkali menembus angka di atas Rp1 triliun. Capaian ini dinilai efektif dalam memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah dan membuka akses pasar baru bagi produk lokal Jatim.
Komitmen Regulasi Ramah Investasi
Untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen memberikan kepastian hukum melalui regulasi yang mendukung produktivitas industri.
“Aturan harus menjadi solusi, bukan hambatan. Kami memastikan regulasi di Jawa Timur akan selalu menjadi landasan hukum yang positif bagi dunia usaha,” tambah Emil.
Menutup arahannya, Emil memberikan apresiasi kepada pengurus baru Kadin Jatim masa bakti 2025–2030. Ia berharap kepengurusan ini mampu memperkuat ekosistem industri dan manufaktur di tengah tantangan ekonomi global.






