Langkah Nyata Gubernur Khofifah Jamin Dapur Warga Tetap Mengepul Pasca-Lebaran

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung Pasar Legi Ponorogo. Hal ini untuk memastikan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap stabil pasca Idul Fitri 1447 Hijriah

Inti Berita:

  • Stabilitas Harga & Stok: Gubernur Khofifah memastikan ketersediaan bahan pokok di Pasar Legi Ponorogo aman dan harga terkendali pasca Idulfitri 1447 H.
  • Tren Penurunan Harga: Beberapa komoditas strategis, terutama daging ayam, mengalami penurunan harga yang signifikan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
  • Sinergi Antar-Lembaga: Keberhasilan stabilitas pangan ini didukung oleh peran vital Bulog dalam pendistribusian beras SPHP dan pengawasan intensif Pemprov Jatim.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Memastikan Senyum Warga di Balik Meja Makan

Ponorogo, Sapapublik – Pasar Legi Ponorogo pada Minggu lalu tampak lebih hidup dari biasanya. Di antara hiruk-pikuk tawar-menawar, hadir sosok Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Kehadirannya bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah misi penting, yaitu memastikan bahwa setelah euforia Idulfitri 1447 H usai, masyarakat tidak dibebani oleh lonjakan harga pangan.

Dialog Langsung dengan Pejuang Pasar

Ditemani Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita, Gubernur Khofifah menyusuri lorong-lorong pasar dan berhenti di beberapa lapak. Ia berdialog akrab dengan para pedagang, menanyakan kelancaran distribusi hingga dinamika harga harian.

Dari percakapan hangat tersebut, Gubernur mendapatkan kabar baik karena stok melimpah dan harga justru cenderung melandai.”Syawal ini kita ingin memastikan bahwa stabilisasi distribusi sembako aman,” ujarnya.

Di Pasar Legi ini, harga cenderung stabil bahkan turun. Daging ayam turun cukup signifikan, daging sapi juga turun, sementara beras sangat stabil,” imbuh Khofifah dengan optimis.

Daftar Harga yang Bersahabat

Berdasarkan pantauan langsung, harga-harga di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat sehat bagi kantong warga. Cabai rawit berada di kisaran Rp40.000–Rp60.000 per kg, bawang merah sekitar Rp27.000, dan bawang putih di angka Rp22.000 per kg.

Untuk kebutuhan protein, daging sapi stabil di Rp130.000 per kg, sementara telur ayam berkisar antara Rp27.000 hingga Rp30.000 per kg.

Gubernur juga menyoroti ketersediaan beras SPHP yang dijual Rp57.000 per 5 kg, serta Minyakita yang tetap di angka Rp15.500 per liter. Semua harga ini terkonfirmasi berada di bawah HET, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Apresiasi untuk Sinergi Lembaga dan Kejujuran Pedagang

Khofifah secara khusus melayangkan apresiasi kepada Perum Bulog atas peran signifikannya dalam menjaga pasokan beras. Ia juga memuji para pedagang yang menjaga integritas dengan tidak melakukan penimbunan barang.

“Terima kasih Bulog Ponorogo. Distribusi lancar dan harga di bawah HET. Kami akan terus meminta monitoring agar tidak terjadi lonjakan harga di luar ketentuan,” tegasnya.

Komitmen Berkelanjutan Pemprov Jatim

Menutup kunjungannya, Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Jatim tidak akan lengah. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota akan terus diperkuat melalui operasi pasar dan penguatan cadangan pangan.

Sebagai penutup yang manis, Gubernur Khofifah juga membagikan paket sembako kepada tukang becak dan buruh angkut, menyebarkan semangat berbagi di momentum Syawal yang fitri ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *