Melampaui Target, Pemprov Jatim Catatkan Kinerja 98,33% di Bawah Kepemimpinan Gubernur Khofifah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Prov. Jatim Jl. Indrapura Surabaya, Senin (30/3).

Inti Berita:

  • Realisasi Kinerja Fantastis: Pemprov Jatim berhasil menuntaskan 4.021 indikator program dengan capaian 98,33%, meningkat dari tahun sebelumnya.
  • Ekonomi & Investasi Tangguh: Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,33% (di atas target nasional) dan investasi menyentuh angka tertinggi dalam enam tahun terakhir sebesar Rp147,7 triliun.
  • Kesejahteraan Sosial: Penurunan kemiskinan Jatim menjadi yang terbesar secara nasional, dibarengi dengan status Desa Mandiri terbanyak di Indonesia (4.716 desa).

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Transparansi di Balik Angka

Surabaya, Sapapublik – Senin (30/3) siang di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa berdiri di mimbar untuk menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

Namun, paparan kali ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Di balik tumpukan berkas tersebut, terukir angka 98,33% yang merupakan sebuah potret keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengeksekusi rencana pembangunan sepanjang tahun lalu.

Khofifah menegaskan bahwa dari 4.021 indikator kinerja yang direncanakan, hampir seluruhnya terlaksana dengan optimal. “Capaian ini bukan sekadar statistik, tapi representasi nyata dari kerja kolektif seluruh elemen di Jawa Timur,” ujarnya di hadapan para anggota dewan.

Mesin Ekonomi yang Terus Panas

Di saat dunia internasional dibayangi ketidakpastian ekonomi, Jawa Timur justru menunjukkan taringnya. Ekonomi Jatim tumbuh solid di angka 5,33%, melampaui target yang dipatok sebelumnya. Tak hanya itu, provinsi ini menyumbang lebih dari seperempat kekuatan ekonomi di Pulau Jawa

Sektor investasi juga mencatatkan sejarah. Dengan realisasi sebesar Rp147,7 triliun, tahun 2025 menjadi tahun dengan nilai investasi tertinggi dalam enam tahun terakhir. Hal ini membuktikan bahwa para pemodal masih menaruh kepercayaan besar pada iklim usaha di Bumi Majapahit.

Di sisi lain, strategi Misi Dagang yang digencarkan Khofifah juga membuahkan hasil rekor transaksi sebesar Rp16,31 triliun, melampaui total capaian lima tahun sebelumnya digabungkan.

Menekan Kemiskinan hingga ke Desa

Indikator keberhasilan yang paling menyentuh masyarakat adalah penurunan angka kemiskinan. Dalam kurun waktu 2020–2025, Jawa Timur menobatkan diri sebagai provinsi dengan penurunan penduduk miskin terbesar di Indonesia. Sebanyak 781 ribu jiwa berhasil keluar dari garis kemiskinan dalam lima tahun terakhir.

Keberhasilan ini selaras dengan pembangunan dari pinggiran. Berdasarkan data Kementerian Desa, Jawa Timur kini memiliki 4.716 Desa Mandiri. Angka ini setara dengan 23% dari total Desa Mandiri di seluruh Indonesia, menjadikan Jatim sebagai lumbung desa paling maju di tanah air.

Sinergi dengan Program Nasional, Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih

Tidak berhenti pada capaian lokal, Pemprov Jatim juga bergerak cepat menyelaraskan program dengan visi “Asta Cita” Presiden Prabowo. Khofifah melaporkan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi tercepat yang menuntaskan 100% pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebanyak 8.494 unit.

Di sektor pendidikan untuk menjemput Indonesia Emas 2045, sebanyak 26 Sekolah Rakyat (SR) telah resmi beroperasi di berbagai titik. Langkah-langkah strategis ini, ditambah dengan kualitas pelayanan publik yang meraih skor hampir sempurna (4,75 dari 5), mempertegas posisi Jawa Timur sebagai provinsi yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga matang secara tata kelola dan inklusif bagi seluruh warganya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *