Khofifah Indar Parawansa Turun Langsung ke Banjir Pasuruan, Pastikan Keselamatan Warga hingga Siapkan Solusi Atasi Banjir Tahunan

Gubernur Khofifah saat meninjau langsung lokasi banjir

Inti Berita:

  • Gubernur Jawa Timur meninjau langsung banjir di Pasuruan bersama jajaran Dinsos dan BPBD untuk memastikan keselamatan warga.
  • Bantuan darurat digencarkan melalui sembako, dapur umum 1.500 porsi/hari, layanan psikososial, serta pengerahan 10 pompa air.
  • Banjir akibat hujan lebat dan luapan sungai berdampak pada 1.148 KK dan lahan pertanian, dengan solusi jangka panjang tengah disiapkan.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Gubernur Khofifah Turun Langsung Lokasi Banjir

Pasuruan, Sapapublik – Genangan air masih merendam permukiman warga di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, saat Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke lokasi, Kamis (26/3/2026).

Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dan Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani  untuk memastikan penanganan berjalan terpadu di lapangan.

Dengan menggunakan perahu karet, rombongan menyusuri wilayah yang masih tergenang. Air setinggi 60 hingga 100 sentimeter membuat akses darat sulit dilalui, namun upaya menjangkau warga tetap dilakukan hingga ke titik-titik terdalam.

Di sepanjang jalur peninjauan, sapaan warga dari teras dan jendela rumah menjadi pemandangan yang mengiringi perjalanan. Sebagian warga masih bertahan, sementara lainnya memilih mengungsi demi keselamatan.

Bantuan Langsung dan Dialog dengan Warga

Tak hanya meninjau, bantuan langsung disalurkan kepada warga terdampak. Mulai dari nasi bungkus, paket sembako, hingga kebutuhan khusus bagi anak-anak dan lansia dibagikan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa darurat.

Dalam dialog dengan warga, terungkap bahwa banjir ini bukan kejadian pertama. Banyak warga menyebut genangan serupa kerap terjadi setiap musim hujan, menjadi persoalan yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Salah satu warga, Ahmad Bakri, mengaku bantuan yang diberikan sangat membantu kebutuhan keluarga. Sementara Sumiati menceritakan bagaimana air sempat mencapai perut orang dewasa pada dini hari hingga membuat warga tidak bisa beristirahat.

Dapur Umum dan Layanan Psikososial

Di Kantor Kecamatan Rejoso, dapur umum terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Sekitar 1.500 porsi makanan diproduksi setiap hari oleh relawan dan tim gabungan.

Selain itu, layanan dukungan psikososial juga diberikan kepada warga, terutama anak-anak, guna menjaga kondisi mental mereka tetap stabil di tengah situasi bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga berinteraksi langsung dengan anak-anak dan membagikan mainan. Momen hangat sempat terjadi ketika anak-anak mengingatkan agar ia berhati-hati saat melintasi genangan air.

10 Pompa Air dan Tantangan Teknis

Sebagai bagian dari penanganan darurat, pemerintah mengerahkan 10 pompa air diantaranya enam dari Pemprov Jawa Timur dan empat dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Pompa tersebut digunakan untuk mengalirkan genangan air ke sungai terdekat.

Namun, kondisi geografis menjadi tantangan utama. Ketinggian air di sungai yang sejajar dengan daratan membuat proses pemompaan tidak bisa langsung berjalan maksimal. Air harus menunggu surut terlebih dahulu agar pemompaan menjadi efektif.

Dampak Luas: 1.148 KK dan Lahan Puso

Banjir yang terjadi sejak 24 Maret 2026 ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang memicu luapan sungai, diperparah oleh sistem drainase yang belum optimal.

Sebanyak 1.148 kepala keluarga terdampak di sejumlah kecamatan, antara lain Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol.

Selain permukiman, sektor pertanian juga terdampak signifikan. Sejumlah lahan sawah mengalami puso akibat terendam air. Pemerintah pun menyiapkan bantuan benih bagi petani untuk mendukung proses tanam kembali setelah kondisi membaik.

Menuju Penanganan Berkelanjutan

Di tengah upaya darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang. Normalisasi sungai, pengelolaan aliran air, hingga upaya mengarahkan aliran ke laut menjadi bagian dari solusi yang tengah dikaji.

Selain itu, langkah seperti Operasi Modifikasi Cuaca juga pernah dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi intensitas hujan, meskipun pelaksanaannya menyesuaikan kondisi anggaran.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama, dan penanganan akan terus diupayakan secara maksimal,” tegas Khofifah.

Harapan di Tengah Genangan

Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran pemerintah membawa harapan bagi warga. Bantuan yang datang dan perhatian yang diberikan menjadi penguat di tengah situasi sulit.

Banjir mungkin masih menggenang, namun upaya penanganan terus berjalan sehingga menjadi langkah awal menuju pemulihan dan solusi yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *