KalaksaInti Berita:
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): BPBD Jatim akan melaksanakan 22 sorti penyemaian awan mulai 16 Maret hingga H+5 Lebaran untuk mengalihkan potensi cuaca ekstrem di jalur mudik dan area wisata.
- Siaga Total: Sebanyak 300 personel disiagakan di posko-posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota untuk memastikan keamanan mobilitas warga selama libur Idul Fitri.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya:
Sidoarjo, Sapapublik
Momen Lebaran identik dengan kehangatan silaturahmi dan perjalanan jauh menuju kampung halaman. Namun, tahun ini ada tantangan ekstra yang perlu diwaspadai warga Jawa Timur: potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih membayangi selama masa mudik dan liburan.
Menantang Awan Lewat Operasi Modifikasi
Menanggapi ancaman bencana hidrometeorologi tersebut, BPBD Provinsi Jawa Timur mengambil langkah proaktif. Atas arahan Gubernur, mereka akan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama sepuluh hari.
Mulai tanggal 16 Maret hingga lima hari setelah Lebaran, “pawang hujan” berbasis teknologi ini akan bekerja lewat 22 sorti penerbangan untuk mengantisipasi curah hujan berlebih di wilayah-wilayah rawan.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa langkah mitigasi ini sangat krusial mengingat Jawa Timur akan menjadi magnet besar bagi pemudik maupun wisatawan.
Fokus utama operasi ini adalah menjaga kenyamanan di titik-titik ikon wisata Jatim yang diprediksi akan dipadati pengunjung. Dengan memodifikasi cuaca, diharapkan risiko bencana di lokasi-lokasi tersebut dapat ditekan seminimal mungkin.
Benteng Keamanan di Destinasi Wisata
Tak hanya soal cuaca, kesiapan di darat pun diperketat. Gatot memberikan pesan khusus bagi para pengelola tempat wisata agar tidak lengah. Mereka diminta untuk mulai menyiapkan tim penyelamat atau tim penolong internal sebagai langkah antisipasi mandiri jika terjadi keadaan darurat di lokasi wisata yang padat pengunjung.
Ratusan Personel Siaga di 38 Titik
Guna memastikan respon cepat, BPBD telah menyiagakan sekitar 300 personel yang tersebar di posko induk provinsi hingga kantor BPBD di 38 kabupaten/kota. Posko-posko ini akan menjadi pusat informasi dan penanganan darurat selama 24 jam penuh bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan atau sedang berlibur.
Upaya besar ini dilakukan demi satu tujuan yaitu memastikan perjalanan pulang kampung dan liburan keluarga Anda tetap aman, kering, dan penuh kenangan manis tanpa gangguan cuaca buruk yang tak terduga.






