Inti Berita:
- Sinergi Hunian Rakyat: Gubernur Khofifah mendorong kolaborasi dengan REI Jatim untuk merealisasikan target pembangunan 32.384 unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di tahun 2026.
- Dominasi Nasional: Jawa Timur mengukuhkan posisi sebagai kontributor terbesar nasional dalam penyaluran FLPP dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp5,3 triliun sepanjang 2023-2025.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Surabaya, Sapapublik
Di tengah suasana hangat bulan suci Ramadhan, sebuah komitmen besar untuk kesejahteraan warga Jawa Timur kembali ditegaskan. Bertempat di Sheraton Surabaya Hotel & Towers pada Jumat (6/3), Gubernur Khofifah Indar Parawansa hadir dalam agenda buka puasa bersama keluarga besar DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur dan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi formal. Bagi Khofifah, momen ini adalah ruang diskusi krusial untuk menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan papan bagi rakyat. Ia menekankan bahwa memiliki rumah yang layak bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, melainkan tentang menghadirkan keadilan sosial yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Optimisme di Tengah Target Besar
Pemerintah saat ini tengah memacu program ambisius pembangunan tiga juta rumah. Di Jawa Timur, geliat ini terlihat sangat nyata. Hingga awal tahun 2026, tercatat sebanyak 32.384 unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) telah masuk dalam peta pembangunan.
Detailnya pun cukup menjanjikan:
- 6.947 unit rumah sudah siap huni (ready stock).
- 10.087 unit sedang dalam proses pembangunan.
- 15.350 unit direncanakan akan mulai dibangun sepanjang tahun 2026.
“Kontribusi para pengembang sangat penting. Mereka tidak hanya menggerakkan roda ekonomi dan membuka lapangan kerja, tetapi membantu masyarakat kecil memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau,” ujar Khofifah dengan nada penuh apresiasi.
Jawa Timur: Sang Pemimpin Penyaluran FLPP
Prestasi Jawa Timur dalam sektor properti rakyat memang sulit dibantah. Berdasarkan data periode 2023 hingga 2025, provinsi ini telah menyalurkan 45.543 unit rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan nilai fantastis mencapai Rp5,3 triliun. Angka ini menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu tulang punggung nasional dalam penyediaan hunian bersubsidi.
Pesan Kemanusiaan di Bulan Suci
Acara yang turut dihadiri oleh anak-anak yatim ini semakin bermakna dengan tausiyah dari Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Ia mengingatkan bahwa upaya menyediakan rumah bagi mereka yang membutuhkan adalah bagian dari amal kebaikan yang selaras dengan semangat Ramadhan. Menurutnya, kepedulian sosial seperti yang ditunjukkan oleh para pengembang adalah bentuk nyata dari ibadah yang membawa keberkahan bagi bangsa.
Melalui sinergi antara pemerintah dan para pengembang di bawah naungan REI, Jawa Timur optimis bahwa hunian yang berkualitas bukan lagi sekadar impian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, melainkan sebuah kenyataan yang terus diupayakan setiap harinya






