Tips ‘Gaspol’ ala Sherlita Ratna: Kiat Sukses Pimpin Kominfo Meski Tanpa Background IT

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menjadi narasumber dalam Short Course Exclusive peningkatan kompetensi bagi Kepala Dinas Kominfo se-Indonesia

Surabaya, Sapapublik

Menjadi pemimpin di instansi teknologi tidak selalu harus datang dari latar belakang teknis. Hal inilah yang ditekankan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, saat berbagi rahasia sukses dalam gelaran Short Course Exclusive di Research Center Tower ITS, Surabaya (7-8/2/2026).

Bacaan Lainnya

Di hadapan Kepala Dinas Kominfo se-Indonesia, Sherlita memaparkan materi bertajuk “Kiat Sukses Memulai dan Berkembang Cepat sebagai Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur”. Dilansir dari halaman Diskaominfo Jatim, ia memberikan “resep” bagi para pejabat yang mungkin merasa asing dengan dunia digital saat pertama kali menjabat.

Transformasi Digital Bukan Sekadar Angka

Menurut Sherlita, kunci utama bagi pimpinan daerah dalam menghadapi tantangan era digital adalah keberanian untuk belajar dan memperbaiki internal organisasi. Ia menyebut ada lima pilar sukses yang diterapkannya di Jawa Timur:

  • Budaya Belajar Bersama: Menghilangkan sekat senioritas untuk membedah teknologi baru.
  • Menciptakan Tantangan: Memacu tim untuk memberikan hasil di atas standar.
  • Perbaikan Internal: Merapikan struktur organisasi agar lebih lincah (agile).
  • Mencari Mentor: Tidak malu berkonsultasi dengan ahli.
  • Perluasan Kerja Sama: Menjalin sinergi lintas sektoral.

“Keberhasilan transformasi digital tidak boleh hanya berhenti di atas kertas atau laporan, tetapi harus diukur dari seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” tegas Sherlita

Sekolah Singkat Penentu Indeks SPBE

Kegiatan yang diinisiasi oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini dilatarbelakangi oleh fenomena banyaknya pejabat Kominfo yang berasal dari latar belakang pendidikan non-teknologi. Padahal, posisi ini sangat strategis dalam menentukan Indeks Pemerintah Digital atau SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) suatu daerah.

Selama dua hari, para peserta digembleng dengan materi berat yang dikemas secara praktis, mulai dari:

  • Keamanan siber dan persandian.
  • Pengelolaan data dan statistik.
  • Teknik komunikasi strategis dengan Kepala Daerah dan DPRD.

Menghadirkan Panel Ahli Nasional

Selain Sherlita, pelatihan eksklusif ini juga menghadirkan deretan pakar papan atas, seperti Assoc. Prof. Tony D. Susanto, Ph.D (Asesor SPBE Nasional) dan Bonifasius Wahyu Pudjianto, Ph.D dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI.

Hadir pula tim ahli dari Kemendagri dan auditor IT seperti Dr. Kusnandaka Tjatur Prasetijo serta Daniel Hary Prasetyo, yang memberikan pandangan teknis mengenai integrasi sistem pemerintahan yang aman dan efisien.

Melalui short course ini, para pimpinan Kominfo diharapkan pulang ke daerah masing-masing tidak hanya membawa sertifikat, tetapi juga strategi matang untuk mempercepat digitalisasi di wilayahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *