Inti Berita:
- Cakupan Luas: Program bedah rumah Pemprov Jatim telah menyasar total 135 insan pendidikan di seluruh wilayah Jawa Timur.
- Fokus Tahun 2026: Sebanyak 38 unit rumah di 24 Cabang Dinas Pendidikan diperbaiki, termasuk hunian tenaga keamanan sekolah.
- Nilai Bantuan: Setiap rumah mendapatkan alokasi perbaikan dengan nilai rata-rata antara Rp20.000.000,00 hingga Rp25.000.000,00.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya:
Menghargai Mereka yang Bekerja di Balik Layar Pendidikan
Surabaya, Sapapublik – Pendidikan bukan hanya soal deretan bangku kelas atau papan tulis yang bersih. Di balik kenyamanan siswa belajar, ada sosok-sosok seperti Pak Wandori, seorang tenaga keamanan di SMAN 2 Surabaya, yang memastikan gerbang sekolah tetap aman setiap harinya.
Namun, selama bertahun-tahun, kenyamanan yang ia berikan di sekolah berbanding terbalik dengan kondisi huniannya sendiri.
Di Jalan Dinoyo Baru No. 47 Surabaya, Pak Wandori harus berdamai dengan atap yang sering bocor dan lantai yang tergenang air setiap kali hujan turun. Plafon rumahnya berkali-kali jebol, sementara dinding huniannya kian retak dan lembab.
Keinginan untuk merenovasi selalu terbentur keterbatasan dana, hingga akhirnya bantuan itu datang tepat di momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kesejahteraan insan pendidikan harus menyentuh semua lini. Baginya, definisi insan pendidikan tidak terbatas pada guru semata.
“Ada tenaga keamanan, tenaga kebersihan, dan berbagai pihak lain yang turut mendukung proses pendidikan. Mereka juga harus mendapatkan perhatian,” tegas Khofifah saat meninjau langsung rumah Pak Wandori yang kini telah rampung 100 persen diperbaiki.
Zakat ASN sebagai Penggerak Kemanusiaan
Program yang menjadi kado bagi para pejuang pendidikan ini tidak menggunakan dana yang kaku. Sumber pendanaannya berasal dari zakat yang dihimpun secara kolektif oleh staf dan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang bekerja sama dengan Baznas. Dana inilah yang kemudian ditasyarufkan untuk membangun Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa inisiatif Gubernur Khofifah ini sudah berjalan secara berkelanjutan. Hingga saat ini, total sudah ada 135 rumah yang berhasil dibedah melalui program ini. Untuk periode semester pertama tahun ini, program menyasar 38 unit rumah yang tersebar di 24 wilayah Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, di mana setiap kabupaten mendapatkan minimal satu titik perbaikan.
Setiap unit rumah mendapatkan kucuran dana bantuan dengan nilai rata-rata Rp20.000.000,00 sampai dengan Rp25.000.000,00. Menariknya, pengerjaan di lapangan tetap mengedepankan semangat gotong royong agar hasil perbaikan bisa lebih maksimal dari nilai nominal tersebut.
Lebih dari Sekadar Atap dan Dinding
Kepedulian Pemprov Jatim ternyata tidak berhenti pada bangunan fisik. Khofifah mengungkapkan bahwa dana zakat yang terkumpul juga dialokasikan untuk program afirmasi pendidikan. Program ini memberikan beasiswa sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) bagi keluarga kurang mampu di lingkungan pendidikan.
Bagi Pak Wandori, selesainya renovasi yang dimulai sejak awal April 2026 ini adalah sebuah mukjizat kecil. Rumah yang dulunya lembab dan rusak kini telah bertransformasi menjadi hunian yang sehat dan layak.
Momentum Hardiknas tahun ini menjadi pengingat penting bahwa memajukan pendidikan Jawa Timur berarti juga memanusiakan mereka yang menjaga ekosistem sekolah tetap berjalan, dari ruang kelas hingga ke pintu gerbang keamanan.






