Inti Berita:
- Apresiasi Tertinggi Negara: Sebanyak 400 insan pendidikan Jawa Timur menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI Prabowo Subianto sebagai simbol dedikasi luar biasa.
- Prestasi Tujuh Tahun Berturut-turut: Jawa Timur sukses mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di PTN tanpa tes selama 7 tahun terakhir berkat peran guru.
- Inovasi Pendidikan Berstandar Global: Keberhasilan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) dan SMA Double Track menjadikan Jawa Timur sebagai kiblat studi tiru nasional dan referensi vokasi internasional.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya
Berita Selengkapnya:
Penghormatan Negara atas Loyalitas Tanpa Batas
Surabaya, Sapapublik – Suasana di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa, 5 Mei 2026, terasa jauh lebih khidmat dari biasanya. Di bawah sorot lampu kristal ruang utama, sebanyak 400 guru dan tenaga pendidik berkumpul bukan untuk mengajar, melainkan untuk menerima kehormatan tertinggi dari negara.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Pemberian tanda kehormatan ini bukan sekadar seremoni rutin. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 117/TK/Tahun 2025, penghargaan ini adalah simbol rasa bangga negara terhadap mereka yang telah mewakafkan waktu puluhan tahun demi literasi bangsa.
Dalam rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Khofifah menegaskan betapa istimewanya posisi para pendidik ini.
Prosesi penyematan dibagi secara presisi ke dalam dua sesi untuk menjaga kekhidmatan. Pada sesi pertama, penghargaan diberikan kepada 200 orang dengan rincian data masa pengabdian yang sangat spesifik.
Terdiri dari 9 penerima untuk masa pengabdian 30 tahun, 44 penerima untuk masa pengabdian 20 tahun, dan 147 penerima untuk masa pengabdian 10 tahun. Sesi kedua kemudian menyusul dengan memberikan penghargaan kepada 200 tenaga pendidik lainnya, sehingga total genap menjadi 400 penerima.
“Karena Bapak Ibu sekalian mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, maka Komandan Upacaranya tidak pernah di bawah Eselon II. Ini menunjukkan Bapak-Ibu sekalian semua luar biasa,” ujar Khofifah dengan nada bangga.
Inovasi SIKAP dan Dominasi Prestasi Nasional
Gubernur Khofifah juga membedah alasan di balik kemajuan pesat pendidikan di Jawa Timur. Ia menyoroti program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang telah menginspirasi banyak daerah di luar Jatim untuk melakukan studi tiru.
SIKAP bukan sekadar teori; siswa diajak terjun langsung ke sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan. Salah satu percontohan sukses yang disebut adalah SMKN 1 Plosoklaten di Kediri yang mampu mengembangkan sektor peternakan dengan kualitas kompetitif.
Selain itu, program SMA Double Track terbukti ampuh menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan keterampilan siswa, sekaligus menjadi referensi pelatihan vokasi berstandar internasional.
Keberhasilan para guru ini tercermin nyata dalam data nasional: selama 7 tahun berturut-turut, Jawa Timur kokoh menjadi provinsi tertinggi di Indonesia yang siswanya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes.
Mewujudkan Peradaban Sekolah yang Teduh
Namun, di balik angka-angka statistik, Khofifah menitipkan pesan moral yang mendalam. Ia berharap sekolah menjadi tempat yang meneduhkan peradaban. “Jika peradaban sekolah itu teduh, tidak ada bullying. Kalau tidak ada bullying, maka akan menumbuhkan kedamaian dan kasih sayang,” tuturnya.
Salah satu langkah konkret yang disarankannya adalah penyediaan tempat penyimpanan gawai agar siswa bisa lebih fokus pada transfer ilmu dan penguatan karakter melalui pendampingan langsung.
Momen emosional mewarnai ruangan saat Tridianti, guru berusia 66 tahun dari SMK Negeri 7 Malang, maju menerima penghargaan. Meski ia menerima Satyalancana 10 Tahun, Tridianti nyatanya telah mengabdi sejak tahun 1992.
Di usia yang menjelang pensiun, ia mengaku terkejut dan haru karena tetap mendapatkan perhatian negara. Bagi Tridianti, sosok Khofifah adalah inspirasi yang membawa terang bagi pendidikan di Jawa Timur.
Di akhir sambutannya, Khofifah mengutip Hadits Qudsi “Ana ‘inda zhanni ‘abdi bi” (Aku sesuai prasangka hamba-Ku) untuk membakar semangat optimisme para guru. Ia mengajak para pendidik untuk selalu berprasangka baik bahwa Allah akan membukakan rahman rahim-Nya dalam setiap upaya mencerdaskan bangsa.






