Rangkuman Berita
- Jatim Jadi Percontohan Nasional: Jawa Timur mencatatkan jumlah peserta terbanyak se-Indonesia dalam mengikuti uji kompetensi kebencanaan, sehingga dinilai Pusdiklat BNPB layak menjadi role model bagi daerah lain.
- Sinergi Lintas Sektor: Sebanyak 45 personel dari BPBD, Dinsos, Dinkes, Satpol PP, hingga Dinas Perumahan (PRKPCK) ikut serta, sejalan dengan arahan Gubernur bahwa penanganan bencana adalah urusan bersama.
- Uji 6 Skema Utama: Pelatihan yang digelar BPBD dan BPSDM Jatim pada 13–15 Oktober ini menguji berbagai tingkatan keahlian, mulai dari data & informasi, kaji cepat, shelter, logistik bantuan, SAR, hingga air bersih & sanitasi.
Sapapublik – Jawa Timur kembali mengukuhkan diri sebagai provinsi yang paling siap menghadapi ancaman bencana. Lewat kolaborasi ciamik antara BPBD Jatim dan BPSDM Jatim, uji kompetensi bidang kebencanaan angkatan II dan III sukses digelar di Kampus BPSDM Jatim, Surabaya, pada 13–15 Oktober.
Kegiatan seru ini menggandeng Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BNPB. Langkah ini menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam mencetak personel lapangan yang tangguh, terlatih, dan punya sertifikasi resmi.
Sebanyak 45 peserta antusias mengikuti agenda ini. Mereka datang dari berbagai instansi tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Selain jajaran BPBD, ada perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, sampai Dinas PRKPCK Jatim.
Materi yang diuji tak main-main. Peserta mengasah keahlian di berbagai tingkatan posisi yang dimulai dari petugas teknis, koordinator, hingga level manajer.
Bidang yang disasar mencakup seperti manajemen data dan informasi bencana, penilaian cepat (kaji cepat) dampak kejadian, pengelolaan hunian sementara (shelter), logistik dan pendistribusian bantuan, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), dan penyediaan air bersih serta sanitasi.
Animo Terbanyak Se-Indonesia
Langkah proaktif Jatim mendapat acungan jempol dari Pusdiklat BNPB. Assesor Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana (LSP PB) BNPB, Ario Akbar Lumban, menyebut partisipasi personel asal Jatim adalah yang tertinggi di Indonesia.
“Teman-teman Jawa Timur ini tercatat sebagai peserta terbanyak. Baik untuk uji kompetensi di Bogor maupun yang diadakan langsung di BPSDM Jatim,” ungkap Ario.
Bukan cuma petugas lapangan, para pejabat Jatim juga ikut turun gunung. Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, bahkan telah mengantongi sertifikasi assesor data dan informasi sejak September lalu.
“Jatim layak jadi role model nasional. Sertifikasi ini bukan lagi sekadar pilihan, tapi sudah jadi kebutuhan mutlak,” tegas Ario.
Bencana Urusan Bersama
Menanggapi pujian tersebut, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan pentingnya kualitas SDM di tengah potensi bencana Jatim yang makin beragam.
“Ancaman bencana makin kompleks. Kita butuh SDM yang andal dan siap pakai. Uji kompetensi ini adalah kunci utamanya,” kata Gatot saat menutup acara, Kamis (15/10).
Senada dengan Gatot, Kepala BPSDM Jatim Ramliyanto menyambut hangat sinergi ini. Menurutnya, keterlibatan lintas dinas selaras dengan arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
“Ibu Gubernur selalu bilang, urusan bencana bukan cuma milik BPBD atau Dinsos. Ini tanggung jawab kita bersama. Hadirnya Satpol PP, Dinkes, dan Dinas Permukiman di acara ini adalah bukti nyata komitmen itu,” pungkas Ramliyanto. *






