Bikin Wapres Gibran Takjub! Santri Ponpes Dalwa Pasuruan Sukses Ciptakan Robotik & AI Sendiri

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Pondok Pesantren Darullughah Waddawa'ah (Dalwa), Raci, Bangil, Kab. Pasuruan, Jumat (16/10).

Rangkuman Berita:

  • Inovasi Santri Dalwa: Santri Ponpes Dalwa Pasuruan berhasil memamerkan karya 3D printing dan teknologi pengenalan wajah (face recognition) berbasis AI saat dikunjungi Wapres Gibran dan Gubernur Khofifah.
  • Dukungan Keterampilan Digital: Wapres Gibran mengapresiasi inovasi tersebut dan mendorong pelatihan AI serta coding lebih dimasifkan untuk mengasah critical thinking dan problem solving para santri.
  • Santri Paket Lengkap & Modern: Gubernur Khofifah memuji Ponpes Dalwa sebagai pesantren progresif yang menyeimbangkan ilmu agama dan pengetahuan umum, ditunjang fasilitas modern seperti kampus UII Dalwa, Dalwa Mall, hingga Dalwa Cafe.

 

Bacaan Lainnya

 

Sapapublik – Siapa bilang santri cuma jago ngaji dan bahasa Arab? Di Pasuruan, para santri malah sudah lincah ngulik kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) sampai bikin robotik.

Aksi keren para santri di Pondok Pesantren Darullughah Waddawa’ah (Dalwa), Bangil, ini langsung mencuri perhatian nasional. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bareng Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke lokasi pada Jumat (16/10) buat mampir ke kelas AI dan robotik mereka.

Suasana kelas terasa makin seru waktu para santri pamer karya. Mereka mendemonstrasikan robot untuk 3D printing dan sistem pengenalan wajah (face recognition).

Wapres Gibran bahkan sempat nyobain langsung teknologi deteksi wajah itu. Kamera robotik di sana langsung mengenali wajah sang Wapres lewat basis data yang sudah disiapkan para santri.

Meski sempat ada sedikit kendala teknis saat uji coba, Gibran malah melempar candaan hangat sambil memberi apresiasi tinggi.

“Luar biasa sekali. Anak muda baru diajari dasar saja sudah bisa bikin inovasi keren begini. Tadi memang agak eror dikit, tapi tinggal poles kameranya, perbaiki coding-nya, lalu input data ulang,” kelakar Gibran di lokasi.

Ia juga berseloroh agar teknologi face recognition karya santri ini dipasang di pintu gerbang ponpes. Maksudnya, biar enggak ada santri nakal yang coba-coba keluyuran.

Gibran menekankan, belajar coding dan AI bukan cuma soal bikin alat canggih. Pelatihan ini melatih critical thinking, kemampuan pemecahan masalah (problem solving), dan pola pikir komputasi para santri sejak dini.

Kebanggaan Wong Jatim: Santri Paket Lengkap

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengaku sama sekali tak kaget melihat kelihaian anak-anak Dalwa. Menurut Khofifah, santri di Jawa Timur memang selalu jadi pilar penting yang adaptif mengikuti perkembangan zaman.

“Alhamdulillah, santri kita ini paket lengkap. Nggak cuma ahli agama, tapi juga bisa jadi peneliti, penggerak zaman, sampai pengusaha,” tutur Khofifah.

Khofifah menegaskan, pesantren di Jatim terus menyeimbangkan ilmu agama dan pengetahuan umum. Kombinasi akhlak, adab, serta penguasaan teknologi modal kuat santri untuk memimpin di masa depan.

Mbois dan Modern: Ada Cafe Sampai Mall di Dalam Ponpes

Pesantren yang berdiri sejak 1981 karya Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun dan Al-Habib Ahmad bin Husin Assegaf ini memang dikenal progresif.

Selain punya jenjang pendidikan lengkap dari sekolah menengah hingga Universitas Islam Internasional Dalwa (UII Dalwa), fasilitas di dalam pondok juga jempolan. Beberapa fakultasnya meliputi Tarbiyah, Syari’ah, Adab, Dakwah, hingga Ekonomi Syari’ah, plus program unggulan Tahfidz Al-Qur’an dan daurah khusus.

Biar santri betah dan tak perlu keluar cari hiburan, di dalam area Ponpes Dalwa sudah tersedia Dalwa Mall hingga Dalwa Cafe. Suasana belajar jadi makin kondusif, modern, tapi tetap menjaga nilai-nilai pesantren.

Pelatihan AI dan robotika yang berlangsung selama tiga hari ini jadi bukti nyata: santri Jatim siap melek teknologi dan siap jawab tantangan zaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *