Rangkuman Berita
- Aksi Sosial untuk Ojol: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membagikan total 300 liter BBM gratis (masing-masing 3 liter) kepada 100 pengemudi ojol di Kota Malang dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim.
- Stok BBM Aman & Distribusi Dievaluasi: Pemprov Jatim memastikan stok BBM aman hingga akhir Oktober 2026, dan antrean panjang di SPBU Malang dievaluasi agar penyesuaian distribusi sesuai dengan tingginya mobilitas warga, mahasiswa, serta wisatawan.
- Imbauan Hindari Panic Buying & Pengawasan Polisi: Masyarakat diminta tenang dan tidak memborong bensin berlebihan, sementara pengawasan diperketat bersama kepolisian untuk mencegah kecurangan dan penimbunan.
Sapapublik – Ada pemandangan menarik di SPBU Jalan Ciliwung, Blimbing, Kota Malang pada Sabtu (17/10) malam. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung membagikan BBM gratis untuk para pengemudi ojek online (ojol).
Aksi bagi-bagi BBM ini jadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 100 driver ojol masing-masing mengantongi 3 liter BBM gratis. Total ada 300 liter bantuan yang disalurkan malam itu.
Khofifah menyebut bantuan ini sengaja diberikan untuk meringankan beban operasional para driver ojol. Maklum, bensin memang jadi modal utama mereka buat cari nafkah saban hari.
Tanggapi Antrean Panjang SPBU di Malang
Selain berbagi rezeki, kedatangan Khofifah juga untuk merespons antrean kendaraan yang belakangan mengular di sejumlah SPBU Kota Malang.
Khofifah memastikan, pasokan BBM di Jawa Timur sebenarnya aman sejahtera sampai akhir Oktober 2026. Kepastian ini didapat setelah Pemprov Jatim menggelar rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga.
“Data stok dari Pertamina sebenarnya aman,” kata Khofifah.
Ia membocorkan, kapal pengangkut BBM impor sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kapal pasokan berikutnya disiapkan mendarat tanggal 25 Oktober mendatang.
Lantas, kenapa antrean di SPBU masih panjang?
Khofifah menjelaskan, Malang punya karakter khusus sebagai kota pelajar dan destinasi wisata. Wajar kalau mobilitas warga, mahasiswa, dan wisatawan naik drastis di waktu-waktu tertentu.
Karena itu, kunci utamanya ada di ketepatan distribusi. Pertamina diminta membagi pasokan BBM sesuai proporsi dan data kebutuhan riil di tiap SPBU.
Warga Diimbau Ojo ‘Panic Buying’
Melihat situasi ini, Khofifah mewanti-wanti masyarakat agar tetap tenang dan tidak panic buying. Memborong bensin secara berlebihan justru bikin antrean makin panjang dan merugikan orang lain.
Pemprov Jatim juga menggandeng jajaran kepolisian untuk mengawasi jalur distribusi BBM di lapangan. Langkah ini diambil untuk mencegah aksi penimbunan atau kecurangan, seperti modifikasi tangki kendaraan demi menjual kembali bensin di jalanan.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Mari kita jaga bersama, kelancaran pasokan butuh kerja sama semua pihak,” pungkasnya.






