Inti Berita
- BPBD dan BPSDM Jatim menggelar Uji Kompetensi Kebencanaan Angkatan II dan III.
- Sebanyak 45 peserta lintas sektor mengikuti sertifikasi di Kampus BPSDM Jatim.
- Pusdiklat BNPB memuji Jatim sebagai peserta terbanyak dan role model nasional.
Sapapublik – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) penanggulangan bencana mendapat apresiasi tinggi di tingkat nasional.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BNPB memuji gelaran Uji Kompetensi Kebencanaan BPBD Jatim bersama BPSDM Jatim yang dinilai patut menjadi percontohan (role model) bagi daerah lain di Indonesia.
Sertifikasi Uji Kompetensi Bidang Kebencanaan Angkatan II dan III ini berlangsung di Kampus BPSDM Jatim pada 13–15 Oktober 2026. Sebanyak 45 peserta lintas sektor dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Jatim hadir mengikuti ujian kualifikasi tersebut.
Jatim Catat Peserta Sertifikasi Kebencanaan Terbanyak se-Indonesia
Widyaiswara Pusdiklat BNPB sekaligus Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana (LSP PB) BNPB, Ario Akbar Lumban, mengungkapkan bahwa animo personel dari Jawa Timur dalam mengikuti sertifikasi kompetensi merupakan yang tertinggi di Indonesia.
“Teman-teman dari Jawa Timur tercatat sebagai peserta terbanyak yang mengikuti uji kompetensi, baik untuk skema SAR, distribusi bantuan, hunian shelter, kaji cepat, hingga data dan informasi,” ujar Ario.
Menurutnya, tingginya partisipasi ini menunjukkan kesadaran Pemprov Jatim bahwa sertifikasi kompetensi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan keandalan petugas saat menghadapi krisis bencana.
Ragam Skema Keahlian dan Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan uji kompetensi ini membuka berbagai skema sertifikasi dari level manajer, koordinator, hingga petugas lapangan. Bidang yang diuji meliputi:
* Data dan Informasi
* Kaji Cepat Kebencanaan
* Hunian Shelter & Pengungsian
* Pendistribusian Bantuan Logistik
* Pencarian dan Penyelamatan (SAR)
* Pelayanan Air Bersih & Sanitasi
Peserta yang hadir tak hanya berasal dari BPBD, tetapi juga melibatkan Dinsos Jatim, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PRKPCK) Jatim.
Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto, menegaskan bahwa keterlibatan berbagai instansi ini sejalan dengan arahan pimpinan daerah bahwa urusan kebencanaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen Pemprov Jatim.
Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Kompleks
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa beragam potensi bencana di Jawa Timur menuntut kesiapan SDM yang adaptif dan profesional.
“Guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, dibutuhkan SDM yang andal dan berkualitas. Uji kompetensi seperti inilah salah satu jawabannya,” pungkas Gatot saat menutup rangkaian acara.






