Kerja Panen Makin Cepat, Bu Khofifah Bagi-Bagi 15 Mesin Tani Anyar Buat Petani Lamongan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 15 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa Kendal, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, pada Jumat (16/10/2026).

Rangkuman Berita

  • Penyerahan Bantuan: Gubernur Khofifah menyerahkan 15 unit alsintan (termasuk combine harvester, traktor, cultivator, rice transplanter, dan motor roda tiga) di Desa Kendal, Lamongan, bertepatan dengan Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim dan Hari Pangan Sedunia.
  • Manfaat Teknologi: Penggunaan mesin pemanen modern (combine harvester) mempercepat panen secara drastis dari 3 hari menjadi 1–2 jam per hektare, sekaligus menghemat biaya operasional dan menekan rontokan gabah hingga tersisa 1–2%.
  • Dukungan Pangan & Pupuk: Bantuan ini mendukung Lamongan yang telah mencatatkan produksi padi mencapai 1.200 ton pada tahun 2026, yang juga diimbangi dengan janji penambahan alokasi pupuk dari pemerintah. Petani penerima melaporkan potensi peningkatan keuntungan hingga 60%.

 

Bacaan Lainnya

Sapapublik – Ada kabar gembira buat para petani di Lamongan. Biar kerja di sawah makin ringan dan nggak nguras waktu, Pemprov Jawa Timur bagi-bagi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) anyar.

Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung sama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Lapangan Desa Kendal, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Jumat (16/10/2026). Momen ini terasa makin spesial karena pas banget barengan sama Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim dan Hari Pangan Sedunia.

Total ada 15 unit alsintan yang dibagikan buat kelompok tani setempat. Bantuan ini bentuknya macam-macam, mulai dari 6 unit hand traktor singkal, 1 unit hand traktor rotary, 4 unit combine harvester, 2 unit cultivator, 1 unit rice transplanter, sampai 1 unit motor roda tiga.

Bu Khofifah bilang, sentuhan teknologi modern di dunia pertanian itu hukumnya wajib. Apalagi pas memasuki musim tanam dan panen. “Efektivitas dan efisiensi bisa kita lakukan, salah satunya pakai combine harvester,” tutur Bu Khofifah santai.

Pangkas Waktu Panen dan Minim Gabah Terbuang

Kehadiran mesin pangkas padi modern kayak combine harvester ini memang sangat membantu. Biasanya, kalau petani panen manual pakai sabit, butuh waktu sekitar tiga hari buat merampungkan lahan seluas satu hektare.

Nah, kalau pakai mesin pemanen ini, pengerjaannya cuma butuh waktu 1 sampai 2 jam saja per hektare. Hemat waktu banget!

Nggak cuma cepat, mesin ini juga ampuh menekan angka gabah yang rontok atau terbuang (losses). Panen manual biasanya bikin hasil panen hilang sekitar 9–11 persen. Tapi kalau pakai mesin, angka yang hilang bisa ditekan sampai sisa 1–2 persen saja. Petani pun bisa menghemat biaya operasional dan dapat hasil panen lebih optimal.

“Alsintan ini bakalan mendongkrak produktivitas seluruh petani padi di Lamongan, Jawa Timur, dan Indonesia pada umumnya,” tegas Bu Khofifah.

Lamongan Penopang Pangan Jatim

Bu Khofifah menegaskan, Lamongan punya peran kunci sebagai lumbung pangan Jawa Timur. Makanya, kapasitas dan fasilitas para petaninya harus terus diperkuat biar pasokan pangan aman.

Selain mesin, urusan pupuk juga jadi perhatian utama. Tahun ini, pemerintah terus mempermudah akses pupuk buat petani. “Kemarin saya sudah ketemu pimpinan holding pupuk. Stok bakal ditambah dalam jumlah signifikan biar petani makin mudah dapat pupuk berkecukupan,” tambah Bu Khofifah.

Bupati Lamongan Senang, Petani Untung Banyak

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyambut hangat bantuan dari Pemprov Jatim ini. Menurutnya, modernisasi ini bikin Lamongan makin kokoh menjaga statusnya sebagai lumbung pangan nasional.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini membeberkan, produksi padi di Lamongan sepanjang tahun 2026 ini sudah menembus angka sekitar 1.200 ton dan masih terus bertambah.

“Mekanisasi dan modernisasi lewat alat-alat pertanian ini jelas sangat membantu kelompok tani dan warga Lamongan,” ungkap Pak Yes.

Rasa senang juga disampaikan Agus Purwanto, salah satu petani penerima bantuan combine harvester. Ia mengaku hadirnya mesin ini bikin dompet petani lebih tebal. “Kerja di sawah jadi cepat selesai. Dari sisi ekonomi juga hemat biaya, bahkan keuntungan petani bisa naik sampai 60 persen,” kata Agus sumringah.

Sebagai informasi, sepanjang tahun ini Pemprov Jatim menyiapkan total 341 unit alsintan buat dibagikan ke berbagai daerah sesuai pengajuan kelompok tani dan anggaran daerah. Harapannya, seluruh petani di Jatim bisa makin modern dan sejahtera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *