Gak Cuma Teori! Telkom University Surabaya dan BLK Wonojati Malang Pasang Sensor Canggih buat Smart Farming

Tim Universitas Telkom melaksanakan kegiatan sharing teknologi bersama 16 orang peserta program pelatihan IoT for Smart Farming UPT BLK Wonojati.

Rangkuman Berita

  • Kolaborasi Teknologi: Universitas Telkom Surabaya dan UPT BLK Wonojati Malang berkolaborasi menggelar pelatihan dan penerapan teknologi Smart Agriculture berbasis Internet of Things (IoT) pada 15–16 Oktober 2026.
  • Praktik Langsung: Peserta pelatihan diajak merakit dan menguji instalasi mikrokontroler serta sensor tanah 7 in 1 pada sistem irigasi tetes di greenhouse untuk pengelolaan penyiraman yang lebih efisien dan otomatis.
  • Pengembangan Berkelanjutan: BLK Wonojati berharap integrasi IoT for Smart Farming ini terus berlanjut memanfaatkan kejuruan khusus mereka (pertanian, peternakan, perikanan) guna mencetak SDM yang siap dengan industri modern.

 

Bacaan Lainnya

Sapapublik – Sektor pertanian di Jawa Timur terus bergerak menuju era modern. Kali ini, Universitas Telkom Surabaya berkolaborasi dengan UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati Malang menghadirkan inovasi pertanian berbasis teknologi digital (Smart Agriculture).

Kolaborasi ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 15 hingga 16 Oktober 2026, di area greenhouse UPT BLK Wonojati Malang. Mereka mengenalkan sekaligus menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) secara langsung di lapangan.

Hari Pertama: Kelupas Teori dan Potensi IoT

Pada Kamis (15/10/2026), sebanyak 11 anggota tim dari Universitas Telkom membagikan ilmu kepada 16 peserta pelatihan IoT for Smart Farming di BLK Wonojati.

Dalam sesi diskusi, para peserta belajar cara menghubungkan perangkat elektronik, sensor tanah, dan sistem kendali otomatis. Hasilnya, peserta bisa paham bagaimana teknologi modern membantu mempermudah perawatan dan budidaya tanaman harian.

Hari Kedua: Pasang Sensor 7 in 1 dan Irigasi Tetes

Masuk hari Jumat (16/10/2026), kegiatan berlanjut ke tahap praktik. Tim mendampingi peserta merakit dan memasang mikrokontroler serta sensor tanah 7 in 1 pada sistem irigasi tetes (drip system) di dalam greenhouse.

Alat ini bekerja secara otomatis membaca kondisi tanah. Sistem lalu menyiram tanaman sesuai kebutuhan. Penggunaan air dan pupuk pun jadi jauh lebih hemat, terukur, dan responsif.

Dorong Pertanian Modern di Jawa Timur

Kepala UPT BLK Wonojati Malang Erna Wurjanti beserta jajaran menyambut hangat aksi nyata ini. Pihak BLK Wonojati menegaskan keunggulan fasilitas mereka dibanding 15 UPT BLK lain milik Disnakertrans Jawa Timur. “BLK Wonojati memiliki kejuruan khusus di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan,” kata Erna.

Melalui kolaborasi ini, BLK Wonojati berharap teknologi Integrated IoT for Smart Farming terus berkembang. Langkah ini penting agar para peserta pelatihan siap menghadapi kebutuhan industri dan menciptakan pertanian berbasis teknologi modern di Jawa Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *