Rangkuman Berita
- BPBD Jatim memperluas edukasi kebencanaan ke 18 Sekolah Rakyat se-Jawa Timur, dimulai dari SRT Kota Pasuruan dan SRT 1 Kabupaten Gresik. Program ini melibatkan Dinsos dan Baperpusip Jatim.
- Sebanyak 405 siswa SRT 1 Gresik mengikuti edukasi kebencanaan, mulai pengenalan potensi bencana, PPGD, simulasi evakuasi gempa, hingga pemadaman api. Peserta juga mendapat storytelling dan dukungan psikososial.
- Program ini menjadi tindak lanjut arahan Gubernur Khofifah untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. BPBD berharap siswa dan guru semakin memahami risiko bencana serta mampu melakukan tindakan penyelamatan secara cepat dan tepat.
Sapapublik – Di tengah fokus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, BPBD Jawa Timur tetap menjalankan upaya penguatan kesiapsiagaan masyarakat melalui jalur pendidikan. Bersama Dinas Sosial (Dinsos) Jatim dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Baperpusip) Jatim, edukasi kebencanaan kini mulai menyasar Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah.
Program ini akan menjangkau 18 Sekolah Rakyat yang tersebar di kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Tujuannya adalah membekali siswa, guru, dan pengelola sekolah dengan pengetahuan serta keterampilan menghadapi berbagai potensi bencana.
Pada Senin (10/8/2026), kegiatan dipusatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Sebanyak 405 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengikuti rangkaian pembelajaran yang didampingi guru dan wali asrama.
Kegiatan semakin menarik dengan kehadiran Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena). Para peserta dikenalkan pada berbagai potensi bencana di Jawa Timur, materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga praktik simulasi evakuasi gempa bumi dan pemadaman api.
Tak hanya itu, Baperpusip Jatim turut menghadirkan sesi storytelling yang edukatif, sementara Tim Dinsos Jatim memberikan dukungan psikososial untuk memperkuat kesiapan mental peserta dalam menghadapi situasi darurat.
Wakil Kepala Sekolah SRT 1 Gresik, Lily Sajidah Bestari, mengapresiasi kolaborasi lintas instansi tersebut. Menurutnya, edukasi kebencanaan sangat relevan karena lingkungan sekolah berada di wilayah yang memiliki potensi gempa bumi dan kebakaran.
“Dengan simulasi yang diajarkan kepada siswa dan guru, insya Allah ini menjadi pembelajaran yang baik untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, menjelaskan bahwa kegiatan di Gresik merupakan pelaksanaan kedua setelah program serupa digelar di Sekolah Rakyat Kota Pasuruan pada awal Agustus lalu.
Menurut Deni, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui Kalaksa BPBD Jatim agar edukasi kebencanaan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pembelajaran PPGD, simulasi evakuasi gempa, hingga pemadaman api, BPBD berharap siswa dan guru semakin memahami risiko bencana serta mampu melakukan langkah penyelamatan secara cepat dan tepat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kabid Penanganan Bencana Dinsos Jatim Arif Ardiansyah serta Kabid Pelayanan Perpustakaan dan Informasi Baperpusip Jatim Ida Tri Wulandari.*






