Langkah Proaktif BPBD Jatim Lindungi Warga dari Ancaman Megathrust, Memburu Teknologi Pendeteksi Gempa Berbasis Gas Radon ke Klaten dan UGM

Penemuan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof. Sunarno terkait teknologi deteksi dini gempa bumi berbasis deteksi gas radon yang telah diimplementasikan di Kab. Klaten Jateng memantik rasa penasaran Tim BPBD Jatim. ,Selama dua hari, Selasa-Rabu (9-10/6/2026), Tim BPBD Jatim yang dipimpin Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto melakukan kunjungan ke dua tempat tersebut.

Inti Berita

  • Kunjungan Studi BPBD Jatim: Tim BPBD Jatim melakukan kunjungan kerja selama dua hari pada Selasa-Rabu, 9-10 Juni 2026 ke Klaten dan UGM untuk mempelajari Early Warning System (EWS) gempa bumi.
  • Keunggulan Teknologi Gas Radon: Inovasi dari Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika FT UGM ini mampu memprediksi potensi gempa bumi beberapa hari sebelum kejadian melalui deteksi pelepasan gas radon intensitas tinggi.
  • Rencana Ekspansi ke Jawa Timur: Kalaksa BPBD Jatim berencana memboyong seluruh Kalaksa BPBD kabupaten/kota se-Jatim untuk menerapkan teknologi ini, khususnya di wilayah yang rawan bencana gempa megathrust.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya

Ikhtiar Menjinakkan Ketidakpastian Gempa Bumi

Sapapublik – Selama ini, gempa bumi selalu menjadi momok menakutkan karena sifatnya yang datang tiba-tiba tanpa peringatan dini. Namun, sebuah terobosan sains dari dunia akademis kini menawarkan secercah harapan baru untuk menyelamatkan ribuan nyawa. Demi mewujudkan ketangguhan wilayahnya dari ancaman bencana makro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur memutuskan untuk bergerak cepat menjemput bola inovasi ke Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada Selasa hingga Rabu tanggal 9 sampai 10 Juni 2026, Tim BPBD Jatim menggelar safari ilmiah. Perjalanan penting ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, dengan didampingi oleh Ketua Tim Pencegahan BPBD Jatim, Dadang Igwandy. Misi mereka satu yaitu mendalami teknologi sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) gempa bumi berbasis deteksi gas radon yang diinisiasi oleh pakar Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mengadopsi Kesuksesan 100 Persen Ketangguhan Klaten

Destinasi pertama tim penolong asal Jawa Timur ini berlabuh di markas BPBD Kabupaten Klaten. Kabupaten di Jawa Tengah ini bukan tanpa alasan dipilih sebagai lokasi percontohan. Di sana, BPBD Jatim disuguhi paparan keberhasilan administrasi setempat yang berhasil menyentuh angka mutlak 100 persen dalam capaian status Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).

Tidak hanya tangguh secara struktural, Klaten juga sukses mengombinasikan taktik mitigasi kekeringan lewat sistem pemanen air hujan, bersanding dengan mitigasi gempa bumi yang memanfaatkan alat deteksi gas radon. Alat inovatif inilah yang telah terpasang secara operasional di wilayah Klaten demi melindungi warganya dari bencana struktural bawah tanah.

Membaca Sinyal Alam Lewat Gas Tak Berbau

Puas menyerap ilmu di Klaten, rombongan BPBD Jatim langsung bergeser menuju Yogyakarta untuk ngangsu kaweruh alias menimba ilmu langsung ke sumber inovasi, yaitu Universitas Gadjah Mada. Di sana, mereka ditemui oleh sang penemu teknologi sekaligus Guru Besar UGM, Prof. Ir. Sunarno.

Melalui ruang laboratorium Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM, rahasia di balik prediksi gempa bumi dikupas secara gamblang. Prof. Sunarno menjelaskan secara naratif bahwa alam sebenarnya memberikan pertanda sebelum merekah. Berdasarkan riset mendalam yang dilakukannya, setiap kali struktur bumi akan bergeser dan memicu gempa, peristiwa tersebut selalu didahului oleh munculnya emisi gas radon dengan intensitas tinggi dari dalam kerak bumi.

Gas radon merupakan unsur gas yang unik; karena ia tidak memiliki bau dan sama sekali tidak berwarna. Karena sifat fisiknya yang kasat mata, mustahil bagi manusia mendeteksinya tanpa alat bantu. Di sinilah perangkat EWS rancangan Tim UGM masuk mengambil peran sebagai “indra penciuman” buatan yang super sensitif.

Strategi Membentengi Jatim dari Ancaman Megathrust

“Dengan teknologi ini, potensi gempa bisa diketahui beberapa hari sebelum kejadian. Ini yang penting sekali untuk bisa diaplikasikan di Jatim,” kata Gatot Soebroto dengan nada optimis. Baginya, kepastian deteksi beberapa hari sebelum bencana adalah waktu yang sangat krusial bagi petugas untuk melakukan evakuasi massal dan menekan korban jiwa hingga titik terendah.

Langkah BPBD Jatim tidak berhenti pada kunjungan dua hari itu saja. Sadar bahwa Jawa Timur berada di bayang-bayang zona subduksi rawan gempa besar, Gatot Soebroto menegaskan rencana strategis jangka pendeknya. Dalam beberapa waktu ke depan, ia akan memboyong seluruh Kalaksa BPBD kabupaten dan kota se-Jawa Timur untuk melakukan kunjungan balik massal ke Klaten dan UGM. Strategi ini diambil agar seluruh daerah di Jawa Timur, khususnya wilayah pesisir selatan yang berhadapan langsung dengan potensi gempa megathrust, bisa segera mengadopsi dan memasang inovasi deteksi dini berbasis gas radon ini demi keselamatan masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *