IKA UNAIR Pererat Konektivitas Barat-Timur, Khofifah Tekankan Riset Inklusif dan Prinsip ‘No One Left Behind’

Ketua Umum IKA UNAIR yang juga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Musyawarah Wilayah (Muswil) IV IKA UNAIR Sulawesi Selatan

Inti Berita:

  • Sinergi Strategis: Ketua Umum IKA UNAIR, Khofifah Indar Parawansa, mendorong penguatan kolaborasi riset dan data antara Indonesia Barat dan Timur guna memastikan pembangunan inklusif tanpa ada yang tertinggal (no one left behind).
  • Kedaulatan Pangan & Pendidikan: Jawa Timur menjadi model keberhasilan sinergi dengan capaian siswa terbanyak masuk PTN tanpa tes selama 7 tahun berturut-turut serta pencapaian status kedaulatan pangan nasional.
  • Kepemimpinan Baru: Musyawarah Wilayah (Muswil) IV IKA UNAIR Sulawesi Selatan resmi menetapkan Andi Marhamah sebagai Ketua periode 2025-2030 untuk memperkuat jejaring alumni di kawasan Timur.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Menjembatani Konektivitas Melalui Kekuatan Alumni

Makassar, Sapapublik – Suasana di Hall Maroa, The Rinra Makassar, pada Kamis, 16 April 2026, terasa lebih dari sekadar pertemuan rutin organisasi. Kehadiran Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membawa pesan penting mengenai arah pembangunan Indonesia di masa depan.

Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IV IKA UNAIR Sulawesi Selatan, Khofifah menekankan bahwa alumni perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam menyambungkan potensi Indonesia Barat dan Timur.

Bagi Khofifah, kunci utama dari kemajuan bangsa adalah sinergi yang berbasis pada data dan riset. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berpusat di satu titik, melainkan harus inklusif dengan memegang teguh prinsip no one left behind.

IKA UNAIR diharapkan menjadi jembatan strategis yang menghubungkan ekosistem riset antara berbagai wilayah demi menjawab tantangan nasional yang semakin kompleks.

Kolaborasi Akademik dan Praktik Baik dari Jawa Timur

Dalam kunjungannya ke Makassar, Khofifah juga menyoroti pentingnya kemitraan dengan institusi lokal seperti Universitas Hasanuddin. Menurutnya, kolaborasi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan sektor publik adalah fondasi dasar bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Ia pun membagikan “resep” sukses dari Jawa Timur sebagai contoh nyata. Di sektor pendidikan, Jawa Timur mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi provinsi yang memiliki jumlah siswa SMA/SMK terbanyak yang diterima di PTN tanpa tes selama 7.0 (tujuh) tahun berturut-turut. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan hasil dari pembinaan talenta yang terstruktur dan berkelanjutan antara sekolah dan pemerintah.

Kedaulatan Pangan dan Penguatan SDM Unggul

Tak hanya pendidikan, sektor agrikultur Jawa Timur juga menjadi sorotan. Berkat integrasi riset pertanian dan kebijakan publik yang presisi, Jawa Timur kini telah bergeser dari sekadar ketahanan pangan menuju level kedaulatan pangan. S

ektor peternakan dan perikanan pun menunjukkan tren positif, salah satunya didukung oleh keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementan di Jawa Timur yang berfungsi sebagai pusat distribusi bibit unggul ternak nasional.

Khofifah mengingatkan bahwa seluruh capaian tersebut bermuara pada satu hal: Sumber Daya Manusia (SDM). “PR kita adalah pertama SDM, kedua SDM, dan ketiga SDM,” tegasnya. Baginya, penyiapan SDM yang kompetitif melalui sinergi lintas wilayah adalah harga mati untuk membawa Indonesia maju bersama.

Nakhoda Baru IKA UNAIR Sulawesi Selatan

Menutup rangkaian acara, Khofifah secara resmi mengapresiasi keberlangsungan organisasi dengan terpilihnya Andi Marhamah sebagai Ketua IKA UNAIR Sulawesi Selatan untuk masa bakti 2025-2030. Estafet kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring alumni di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Dengan semangat kebersamaan, momentum Muswil IV ini diharapkan menjadi titik balik penguatan riset lintas wilayah yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat secara merata dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *