Menjemput Lailatul Qadar di Grahadi: Dari Doa Khusyuk hingga Semarak Bandeng Gresik di Penghujung Ramadan

Gubernur Khofifah saat meninjau meja masakan Dindik Jatim dan Birokrasi Adpim, yang ternyata memenangkan juara memasak bandeng,

Inti Features:

  • Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menggelar qiyamul lail bersama jajaran Pemprov Jatim di Gedung Negara Grahadi pada malam ke-29 Ramadan 1447 H.
  • Ibadah dipimpin KH Ahmad Muzakki Al-Hafidz sebagai ikhtiar meraih Lailatul Qadar sekaligus membangun spiritualitas dalam pelayanan publik.
  • Lomba kreativitas olahan bandeng dari Gresik menyemarakkan sahur, dengan Dinas Pendidikan Jatim dan Biro Administrasi Pimpinan menjadi juara umum pertama.

Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya

Bacaan Lainnya

Berita Selengkapnya:

Malam Ganjil, Harapan yang Menguat

Dini hari di Surabaya terasa lebih tenang dari biasanya. Di penghujung Ramadan, tepat pada malam ke-29 yang diyakini sebagai salah satu malam ganjil penuh kemuliaan, suasana di Gedung Negara Grahadi justru dipenuhi cahaya spiritual.

Langkah-langkah para pejabat memasuki ruangan bukan untuk rapat atau agenda formal, melainkan untuk bersujud, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak hadir di tengah para kepala perangkat daerah, menyatu dalam suasana yang guyub dan penuh kekeluargaan

“Ini malam ganjil, sebentar lagi Idul Fitri. Kita ikhtiarkan *qiyamul lail* untuk meraih Lailatul Qadar. Semoga membawa berkah,” ujar Khofifah.

Ibadah yang Menyatukan, Nilai yang Menguatkan

Dipimpin oleh KH Ahmad Muzakki Al-Hafidz, rangkaian ibadah berlangsung khusyuk. Sholat tahajud, tasbih, hajat, hingga sujud syukur dilaksanakan dalam keheningan yang sarat makna.

Tidak hanya sebagai ritual, momen ini menjadi refleksi bersama. Para pemimpin daerah diajak mengingat bahwa tanggung jawab mereka tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga moral.

Khofifah menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kesholehan aparatur sipil negara. Nilai spiritual, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pelayanan publik.

Jika keduanya selaras, maka kebijakan yang dihasilkan tidak hanya efektif, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat.

Tradisi Tahunan: Dari Grahadi untuk Silaturahmi

Kegiatan ini bukan yang pertama. Setiap tahun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar *qiyamul lail* di penghujung Ramadan sebagai tradisi untuk mempererat silaturahmi antar perangkat daerah.

Suasana guyub dan kekeluargaan menjadi ciri khas yang selalu terasa. Tidak ada sekat jabatan, tetapi semua itu yang ada hanyalah kebersamaan dalam doa dan harapan.

Bandeng Gresik, Dari Laut ke Meja Sahur

Usai ibadah, suasana berubah hangat. Menjelang sahur, kegiatan dilanjutkan dengan lomba kreativitas olahan bandeng yang diborong langsung dari Gresik.

Bandeng bukan sekadar bahan makanan. Ia adalah simbol kekayaan sumber daya Jawa Timur sekaligus bagian dari tradisi festival bandeng Gresik yang telah lama dikenal masyarakat.

Para kepala perangkat daerah pun turun langsung, mengolah bandeng menjadi berbagai sajian kreatif. Dari yang sederhana hingga inovatif, semua hadir dalam semangat kebersamaan

Dinilai Ketat, Dirayakan Bersama

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Susmiati Rahmawati, Lutfil Hakim, dan Suko Widodo.

Empat kategori menjadi acuan penilaian: penampilan, rasa, kreativitas pengolahan, dan kebersihan. Dari masing-masing kategori dipilih tiga pemenang terbaik, sebelum akhirnya ditentukan tiga juara umum dengan nilai tertinggi.

Bagi Khofifah, kegiatan ini adalah bentuk tahadduts binni’mah yang berarti merayakan dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada Jawa Timur.

Para Juara dan Semangat Kebersamaan

Dari seluruh rangkaian penilaian, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur berhasil meraih juara umum pertama.

Disusul oleh Satpol PP dan Biro Umum Setda Provinsi Jawa Timur sebagai juara umum kedua, serta Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Provinsi Jawa Timur di posisi ketiga.

Namun lebih dari sekadar kemenangan, yang terasa kuat adalah semangat kebersamaan yang terbangun di antara seluruh peserta.

Menutup Ramadan, Membuka Harapan Baru

Fajar perlahan menyingsing. Ramadan hampir berakhir, meninggalkan jejak kehangatan dan refleksi mendalam bagi mereka yang hadir malam itu. Dalam suasana yang kembali hening, Gubernur Khofifah menyampaikan pesan penutup yang sederhana namun penuh makna.

“Selamat berlebaran, selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan,” tuturnya.

Malam itu menjadi pengingat: bahwa di tengah kesibukan pemerintahan, ada ruang untuk kembali kepada nilai-nilai dasar yaitu dengan doa, kebersamaan, dan rasa syukur. Dari sanalah, pelayanan kepada masyarakat menemukan maknanya yang paling dalam.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *