Inti Berita:
- Sebanyak 491 Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Bandara Juanda pada H-5 Idulfitri 2026, mayoritas pulang untuk cuti Lebaran.
- Total 4.235 PMI telah dilayani sejak awal Ramadan, didominasi kepulangan dari kawasan Asia seperti Hong Kong dan Malaysia.
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya
Berita Selengkapnya:
Surabaya, Sapapublik
Pada 16 Maret 2026 atau H-5 Idulfitri, suasana di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda tampak lebih ramai dari hari biasa. Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba silih berganti, membawa cerita panjang dari negeri perantauan.
Tercatat sebanyak 491 PMI tiba melalui layanan Posko Kepulangan. Dari jumlah tersebut, mayoritas diketahui sebanyak 439 orang memiliki alasan pulang untuk cuti sementara demi merayakan Idulfitri bersama keluarga. Sementara itu, 52 PMI lainnya telah menyelesaikan kontrak kerja mereka. Tidak ditemukan laporan PMI bermasalah pada Lo tersebut.
Dari Negeri Rantau Kembali ke Kampung Halaman
Kepulangan PMI kali ini didominasi dari negara-negara di kawasan Asia. Hong Kong mencatat jumlah terbanyak dengan 157 orang, disusul Malaysia 155 orang, dan Taiwan 70 orang. Selain itu, PMI juga datang dari Singapura, Brunei Darussalam, Jepang, hingga Korea Selatan.
Setibanya di Jawa Timur, para PMI melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah asal. Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Ponorogo, hingga Banyuwangi dan Jember menjadi tujuan utama kepulangan mereka dimana merupakan tempat di mana keluarga telah lama menanti.
Peran Posko dalam Menjaga Kepulangan Aman
Sejak 19 Februari hingga 16 Maret 2026 (1–24 Ramadan), total 4.235 PMI telah difasilitasi kepulangannya melalui Posko Pelayanan di Bandara Juanda. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan seiring mendekatnya Idulfitri
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, menegaskan bahwa momentum Idulfitri memang menjadi periode dengan intensitas kepulangan yang tinggi.
“Momentum Idulfitri menjadi periode dengan intensitas kepulangan PMI yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kami memastikan kehadiran negara melalui layanan Posko Helpdesk untuk memberikan rasa aman dan perlindungan,” ujarnya.
Layanan Lengkap untuk PMI
Posko yang dikelola UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendataan, tetapi juga menyediakan berbagai layanan bagi PMI.
Mulai dari layanan telepon darurat, pendataan keluarga penjemput, hingga shelter transit bagi PMI yang tiba larut malam. Selain itu, tersedia pula layanan takjil gratis selama Ramadan, serta pendampingan bagi PMI yang membutuhkan bantuan atau menghadapi kendala.
Petugas juga berkoordinasi dengan pihak bandara, aparat keamanan, dan instansi terkait guna memastikan seluruh proses kepulangan berjalan lancar.
Komitmen Pemerintah dan Harapan untuk PMI
Kehadiran Posko Lebaran ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi PMI, terutama di tengah meningkatnya mobilitas saat Idulfitri.
Dengan layanan yang terintegrasi, diharapkan setiap PMI dapat kembali ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan untuk menutup perjalanan panjang mereka di luar negeri dengan momen berkumpul bersama keluarga tercinta.






