Inti Berita:
- Reuni Akbar Lintas Era: Sebanyak 200 purna bakti, mulai dari mantan Kepala Dinas hingga Kepala UPT, berkumpul kembali untuk mempererat silaturahmi tanpa sekat jabatan.
- Manifestasi Filosofi Tat Twam Asi: Acara ini menjadi bukti nyata filosofi “Aku adalah kamu, kamu adalah aku,” di mana keberhasilan penurunan angka kemiskinan Jatim diakui sebagai hasil estafet perjuangan kolektif.
- Kepedulian di Masa Tua: Tak sekadar kumpul-kumpul, kegiatan ini membekali para senior dengan layanan kesehatan gratis dan edukasi pencegahan stroke
Bagaimana menurutmu? Tulis kolom komentar baru di bawahnya.
Berita Selengkapnya
Ruang Perjumpaan yang Menembus Waktu
Surabaya, Sapapublik –Suasana di Gedung BK3S Jawa Timur mendadak berubah riuh. Tawa renyah dan percakapan hangat memecah keheningan pagi itu. Meski aroma Idulfitri 1447 Hijriah mulai meluruh, semangat kemenangan justru terasa kental saat keluarga besar Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim berkumpul dalam bingkai Halal Bihalal Paguyuban Tat Twam Asi
Ini bukan sekadar seremoni formal tahunan yang kaku. Pertemuan ini adalah sebuah ruang perjumpaan lintas generasi, yang merupakan sebuah momentum untuk menjahit kembali potongan cerita dan kenangan yang sempat terjedah oleh masa purna tugas.
Meleburnya Sekat Jabatan dalam Kebersamaan
Tepat pukul 10.00 WIB, sekat-sekat jabatan seolah luruh. Tidak ada lagi jarak antara mereka yang masih aktif dengan para senior. Sebanyak 200 purna bakti hadir melebur menjadi satu. Di sudut-sudut ruangan, obrolan mengalir deras, menghidupkan kembali jejak pengabdian yang pernah mereka bangun bersama demi kesejahteraan sosial di Jawa Timur.
Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani, menegaskan bahwa silaturahmi adalah “nyawa” bagi kekuatan institusi. Bagi Novi, siapa pun yang pernah berkeringat di bawah bendera Dinsos Jatim akan selamanya menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar
“Momentum Syawal ini adalah ruang untuk saling memaafkan sekaligus mempererat kebersamaan. Kami menghaturkan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar,” tuturnya dengan tulus. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Jawa Timur menekan angka kemiskinan hari ini adalah buah dari kerja keras estafet para pendahulu.
Filosofi “Aku Adalah Kamu” yang Nyata
Dalam acara ini, filosofi Tat Twam Asi yang bermakna “Aku adalah kamu, kamu adalah aku” terasa sangat hidup. Para senior yang kenyang pengalaman duduk berdampingan dengan para junior, berbagi kisah tentang panjangnya perjalanan pelayanan sosial.
Sukesi, mantan Kepala Dinsos Jatim, mengungkapkan rasa harunya atas ikatan yang tak pernah putus ini. Ia berpesan agar hubungan yang telah dibangun selama puluhan tahun tidak berhenti hanya karena masa jabatan berakhir.
Senada dengan itu, Ketua Paguyuban Tat Twam Asi, Arman Linda, berharap para purna bakti tetap solid menjaga kesehatan dan menjaga kemurnian persaudaraan di tengah hiruk-pikuk dunia luar
Lebih dari Sekadar Melepas Rindu
Panitia penyelenggara yang dikomandoi oleh Herawanto Ananda memastikan acara ini membawa manfaat nyata bagi para lansia. Tidak hanya panggung hiburan dan doorprize yang dinanti, tetapi juga akses kesehatan. Panitia menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari cek gula darah hingga asam urat.
Bahkan, para peserta mendapatkan edukasi khusus mengenai pencegahan stroke dari tim medis Universitas Ubaya. “Kami ingin pertemuan ini tidak hanya melepas rindu, tapi juga membawa manfaat fisik bagi para senior kami,” ujar Nanda, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala UPT RSBG Tuban.
Acara yang ditutup dengan foto bersama ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap perjalanan panjang pelayanan sosial di Jawa Timur, nilai kemanusiaan dan kepedulian adalah fondasi utama yang tidak akan pernah purna.






